Monday, January 19, 2009

Situs Banten Bagian Dua

Lanjutan liputan situs banten bagian pertama

Vihara Avalokitesvara sedang berbenah mau perayaan imlek, tahun berapa yaa ?, yang jelas bukan 1430 H, akses menuju vihara ini sangat mudah, apalagi menggunakan sepeda, waktu tempuh dari situ Tasikardi hanya 15 menit.
Inikan situs Purbakala Bukan Situs di Internet, makanya mo nulis abis tentang vihara ini, sekalaian buat pengetahuan bagi yang belum tahu, bagi yang sudah tahu sejarahnya boleh tidak membaca.
yang penasarann silahkan lanjutkan
Gong xi Fachai dehhhh ..............................

Peradaban manusia yang telah berjalan sejak lama menyisakan situs - situs yang begitu menarik dan berarti, salah satunya yaitu sebuah bangunan vihara peninggalan kerajaan Banten yang terletak di Kampung Kasunyatan Desa Banten, Kasemen Serang. Vihara yang namanya diambil dari nama seorang Buddha yakni Buddha Avalokitesvara ini, telah berdiri sejak abad ke 16 dan dikenal sebagai salah satu vihara tertua di indonesia. Menurut cerita para pengurus vihara yang telah mengurus vihara selama puluhan tahun, vihara ini dibangun oleh salah satu raja banten yang pernah memerintah di tahun 1652 bernama Syeh Syarief Hidayatullah. Saat itu Syeh Syarief Hidayatullah menikahi seorang putri Tiongkok. Sunan Gunung Jati yang merupakan salah seorang dari wali songo, melihat bahwa ada banyak perantau dari Cina yang membutuhkan tempat ibadah. Maka kemudian Sunan Gunung Jati berinisiatif untuk membangun sebuah vihara untuk tempat peribadatan umat Budha pada masa itu, vihara tersebut kemudian diberi nama Vihara Avalokitesvara.

Bagi masyarakat Banten sendiri, bangunan vihara ini tidak hanya sekedar menjadi bangunan bersejarah ataupun tempat peribadatan semata, tetapi juga sebagai simbol bagaimana masyarakat lampau mampu mewariskan keharmonisan dalam menghadapi setiap perbedaan yang ada. Kita semua tahu masyarakat Banten dikenal sebagai komunitas mayoritas muslim, tapi nyatanya keharmonisan beragama di kawasan banten lama ini terjalin sangat baik, bahkan tak jarang penduduk yang tinggal di sekitar kawasan vihara ikut terlibat dan membantu ketika ada acara dan perayaan - perayaan di vihara, contohnya seperti perayaan ulang tahun Buddha. Toleransi beragama dan keharmonisan hubungan antara umat islam dan umat Buddha di kawasan Banten lama juga dapat terpancar dari arsitektur bangunan Masjid Agung Banten Lama yang terletak tak jauh dari kawasan vihara. Masjid Agung Banten Lama yang juga adalah ikon Banten lama memiliki arsitektur bangunan yang bergaya Eropa Cina.

Masih ingatkah anda dengan bencana Tsunami yang pernah melanda aceh beberapa tahun yang lalu? Sesungguhnya bencana Tsunami itu bukan yang pertama kalinya melanda Bangsa Indonesia. Bencana Tsunami pernah terjadi di Banten 123 tahun yang lalu, yang disebabkan oleh meletusnya Gunung Krakatau. Kita dapat menemukan sebuah catatan yang menjelaskan bagaimana peristiwa tsunami tersebut terjadi, terpasang di salah satu bagian dinding vihara. Catatan yang ditulis dalam tiga bahasa ini menjelaskan bagaimana mengerikannya peristiwa tersebut, dan pada saat itu orang - orang berlindung di dalam vihara, sementara air bah menggelundung diluar vihara dengan derasnya menyapu kebun kelapa dan segala benda yang ada, orang - orang di dalam vihara berdoa memohon perlindungan, mukjizat pun terjadi air dan lahar pun tidak masuk ke dalam vihara. Bencana luput dan selamat dilaluinya.
Sejak saat itu masyarakat Buddha Banten percaya, berdoa di Vihara Avalokitesvara dapat membawa keselamatan. Bahkan tak jarang umat Buddha dari luar Banten rela datang ke kawasan Banten Lama hanya untuk berdoa di vihara ini. Ketika ditanya alasannya memilih untuk beribadat di Vihara Avalokitesvara, seorang pengunjung yang telah beribadat di vihara ini selama hampir 30 tahun mengaku senang beribadat di Vihara Avalokitesvara karena suasananya yang jauh dari keramaian, tenang dan damai dan sangat pas untuk berdoa. Menurutnya suasana tersebut sangat sulit di temui di vihara - vihara lain yang terletak di kota - kota besar.
Tuh ceritanya



5 comments:

CoKlat said...

Di foto kok ada yang lehernya sakit yee.....

Anonymous said...

...maaf, barangkali sedang migren, berat sebelah...jadinya miring deh tuh kepala... ya kalau di unggas ayam biasa dikenal dengan "tetelo" begitu.... he he he..

sibiru premier said...

hhahahahahahaha

premier hideng oei said...

maklum lah PU keberatan helm

rheena_9282 said...

ad yang masih ketakutan tuh,takut diaduin am org rumah gara" jatoh!sadis, pake anceman...............///////

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons