Tuesday, March 17, 2009

SERANG: HOT…HOT…HOT

Alhamdulillah. Perjalanan minggu ini, komunitas SXC2 berencana memutar menuju trek Jalur Pipa Gas (JPG), saluran irigasi, Serdang, Waringinkurung, Kramatwatu, dan kembali ke Serang.



Para anggota yang jumlahnya kian hari kian bertambah banyak seperti biasa berkumpul di halaman KPP Pratama Serang. Terima kasih buat Pak Satpam yang selalu menemani kami di sana. Karena terlambat, saya tidak kumpul ke sana tapi menunggu di Kebaharan saja. Lagipula tujuan pertama kan JPG. Dus, rombongan pasti akan lewat ke sana.
Anggota yang ikut kali ini ada 17 orang. Kemana para founding fathers ya? Semangat mulai luntur atau …..? Saya panggil satu-persatu yang berangkat ya. Saya, Om Mars sang jagoan, Om Kusnaen yang konsisten, Boss Yopie yang kian hari kian kuat, Om Danar, The stronger-Om Dodo 1, Om Dodo 2, Om Didit, Om Timothi (next time stronger), Om Hendra, Teh Rina yang ngiri karena saya nunggu di tengah jalan dengan tandem setianya Pak Bambang the coffe man, Teh Ai & Pak Ai, Mas Darno, Pak Agung, dan Pak Syafei.

Oh ya, Teh Ai & Pak Ai bukan pasutri lho, cuma kebetulan saja namanya sama. Pasangannya Teh Ai kan Om Mulya yang sampai sekarang baru sekali ikut, yaitu ke Gunung Sari hihihi…Om Hendra sendiri adalah tetangga tiga pintu dari rumah saya, tapi malah baru ketemu di SXC2. Hehe… sorry Om belum sempat ketemuan dan ngundang gabung sebelumnya. Om Dodo 2 juga satu komplek dengan saya. Jadi sekarang sudah ada 5orang anggota dari TWA. Nanti-nanti, start-nya di TWA ya hehehe…
Cuaca pagi ini sangat cerah. Saya punya feeling kalau nanti akan sangat terik. Ini yang sempat dikeluhkan beberapa teman di SXC2 betapa panasnya cuaca di Serang ini. Hihihi… kalau tidak mau kepanasan, di rumah saja atau pindah ke Bandung yang katanya juga kian panas atau Malang yang masih adem.

Memasuki jalur JPG, ternyata medan yang dihadapai sangat-sangat berlumpur. Apalagi semalan hujan turun deras sekali. Beberapa teman yang menggunakan V-brake mulai membersihkan roda-roda mereka yang penuh lumpur yang menahan kelajuan sepeda. Tidak ada sepeda yang bersih. Antimatigaya.
JPG adalah sebuah jalur di mana di bawah jalur tersebut ditanam pipa untuk menyalurkan pipa gas PT PGN antara Serang-Cilegon. Karakteristiknya berupa jalan setapak berlumpur dengan variasi perdu dan rerumputan. Tidak ada tanjakan atau turunan yang ekstrim di sini. Trek ini sangat cocok untuk melatih off-road sprint. Itu pun kalau jalannya kering. Terdapat dua terowongan dimana di atasnya adalah jalan tol Jakarta-Merak. Medan terberat adalah di terowongan kedua yang gelap gulita dan sangat berlumpur dengan jarak lebih dari 100m sehingga banyak teman yang terpaksa turun dan mendorong sepedanya karena roda sudah tidak bisa berputar lagi. Amblas blas.

Trek JPG terputus karena terpotong sungai yang tidak mungkin kami lewati. Alternatif yang ada adalah pertama naik ke jalan tol dan menyeberang jembatan tol di atas untuk kemudian melanjutkan trek JPG ini. Kedua, ambil arah kiri keluar ke arah Jalan Raya Cilegon. Ketiga belok kanan menembus jalan-jalan kampung menuju saluran irigasi menuju ke Pejaten. Jadi ingat novel zaman dulu, “pilih sendiri petualanganmu”. Kadang-kadang kalau salah pilih, pemeran utamanya bisa mati hihihi….
Akhirnya kami putuskan berbelok ke kanan karena jalur ini memang belum pernah kami explore, lagipula alternatif 1 dan 2 sudah khatam.
Setelah berputar-putar dan keluar-masuk kampung, menyusuri jalur irigasi dari arah Kasemen, tiba juga kami di Pejaten, Jalan Raya Serang-Cilegon. Selamat datang polusi. Kami lanjutkan ke arah Serdang. Sekalian ada undangan ke rumah Mbak Kety untuk jamuan makan siang hehe… Kebetulan di sana sedang ada acara arisan dharma wanita dan dharma pria (khusus Mas Dono) teman-teman pajak. Terima kasih nasi pecelnya Mbak-Mbak semua. Jangan kapok kalau kami mampir lagi ya.
Perjalanan siap dilanjutkan kembali ketika waktu menunjukkan pukul 1100. Wuih… panasnya. Hot…hot…hot. Panas ini juga membuat Teh Rina dan Teh Ai (bukan Pak Ai lho hehe…) menyerah dan siap dievakuasi dengan angkot balik ke Serang. Sementara, kami lanjutkan perjalanan menuju Waringinkurung. Lihat saja gaya dua pesepeda dibelakang saya. Pak Ai yang udah melet dan Om Hendra yang bernafas dengan mulutnya. Kalau saya masih bisa tersenyum dong hehehe….

Sampai di pasar Waringinkurung, terdapat alternatif pemilihan jalur, satu ke Sahsahan untuk kemudian muncul di Soyog jalan raya Serang-Gunung Sari. Kedua, balik ke arah Kramatwatu, dan ketiga ke Mancak yang kayaknya belum bakal di-explore untuk saat-saat ini. Jauh euy. Leader group akhirnya memilih arah Kramatwatu. Wah… bakalan terpapar polusi lagi nih. Kontur jalan naik-turun secara tajam. Sampai akhirnya, Om Timothi kram kaki (bukan otak) dan siap dievakuasi juga. Di perhentian di sebuah warung kopi, kami berisitirahat. Tapi sepertinya tingkat kelelahan berbanding lurus dengan tingkat error otak karena cowok-cowok kelelahan ini malah menggoda @#$%^ (sensor karena takut dibaca istri-istrinya halah). Ini baru kram otak.

Leader group yang terdiri dari Pak Agung, Boss Yopie, Pak Syafei, dan Pak Ai langsung menuju Serang di depan.
Untung juga kami tidak mengambil jalur Sahsahan. Di sana tanjakan-tanjakannya sangat ekstrim. Bisa-bisa lebih banyak lagi yang perlu dievakuasi hehe…
Sampai di Kramatwatu, kami tidak berhenti lagi. Langsung sprint menuju Serang lewat jalan raya Cilegon, melewati Taman (markas Kopassus G1), dan seterusnya. Hehe.. gaya sih sprint tapi pelan.

Kami langsung berpisah di perjalanan menuju homebase masing-masing. Saya tiba di homebase pukul 1300. Anehnya, awan hitam tebal tiba-tiba langsung siap menumpahkan airnya ke bumi. Tadi tidak ada tanda-tanda ini. Tapi saya bersyukur juga karena hujan itu langsung turun dengan derasnya setelah kami tiba di homebase. Selamat berisitirahat.

Sampai jumpa di perjalanan berikutnya.

12 comments:

Chelski said...

Makasih postingan om.....
Maaf nggak bs bergabung 2x....,yang pertama ngukur jalur pantura, trus mgg kemaren kaki masih cedera..., mudah2an mgg dpn dah sembuh dan bisa gabung lagee.....
Met istirahat mas...,biasanya kan kok sampai ktr lgsng cr tempat yang pas wat meremin mata....(ngelmbur hbs posting)..

Anonymous said...

seru juga nich, thx , nais posting

chiem

sibiru premier said...

sory abis abis opening Rumah Bunga jadinya kagak bisa ikut, Insya Allah minggu besok Sibirupremier gabung dah

Anonymous said...

Ralat keterangan gambar boss......yang benar 2 pesepeda di belakang P Dida adalah P Ai dan P Danar.

Ray & Na said...

jadi yang bener ?

Anonymous said...

Trus yang naik motor di belakangnya lagee siapa mas....trsu yg foto siapa mas...(kasih keterangan hsl jepretan mas.....), masalahnya yg sering jeprat-jepret nggak pernah keliatannya ya tau sendiri .....siapa orangnya....

Anonymous said...

Wah...wah......ini akibat berhenti di warung kopi, jadi pada error otak pade. Tapi bagus tuh usulannya agar laporan jadi kian komplit......plit dan akurat. he...

Kues^en said...

pengaruh warung es teh botol (ngak ada yang ngopi bos) buat otak pada error, dibelain om timothy kram biar balik lagi ke warung ....dan yang lainnya juga ingin balik ke warung dengan alasan nemenin .... atau gara-gara kepanasan buat mata salah lihat...kucing lewat dipanggil si manis... he..he..he

fLasa said...

iya ya, sorry bos Danar. Om Hendra kan pake jersey kuning.

Arif said...

Sorry para tracker, gps lagi libur dulu,, kapan ya bisa join..?
minggu kmrn mesti gawe..
td pgi jmpt ortu ke gambir..
udah pada gatel juga nih dengkul..

about-sxc2 said...

salam kenal semua

Irham Maulana said...

Sepertinya kerasa banget kekeluargaanya :)

Dus Makanan

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons