Monday, August 03, 2009

BAROS: ON & OFF ROAD

Assalamualaikum.

Para goweser, setelah minggu sebelumnya SXC2 habis-habisan melahap trek off-road yang sangat menantang ke Rumah Hutan di Cidampit, kali ini rasanya kami tertarik untuk melahap trek on-road alias jalan raya. Usulan dari Pak Bagus, kami akan menuju Pandeglang yang dilanjutkan ke arah Warung Gunung, terus tembus ke Petir, Curug, dan kembali ke Serang. Hah? Jauh amat... mungkin begitu benak kami merespon. Tapi tak apalah, kami usahakan saja. Kalau pun nanti tidak kesampaian, banyak angkot koq yang siap mengantar kemana pun tujuan kita hehe....

Pukul 07.00, pelataran parkir KPP Pratama Serang baru ada 4 orang. Sepi. Sepertinya kami semakin terbiasa untuk mulai pada 07.30. Dan benar, semakin siang semakin banyak goweser yang datang. Kali ini ada Timoty, Pak Agung, Rina, Dida, Kusnaen, Hepi, Boss Mars, Dono, Dwi, Dodo, Kang Didit, Om Yopi, Pak Danar, Pak Heri (selamat bergabung, Pak, dan jangan lupa dukungan dari Dispora Banten-nya), Om Supri, Pak Bagus, Vito, Andri, Rajab, dan Pak Yusman. Siapa belum kesebut? Tapi beberapa tidak bisa ikut. Pak Danar harus lembur, Kang Didit harus bergabung dengan keluarganya sehingga cuma bisa gabung sampai Samsat, Rajab dan Rina demikian juga, gabung sampai Palima saja. Om Yopi harus memersiapkan acara cukur rambut & aqiqah jagoannya. Malah, kami diundang makan siang di homebase-nya. Insya Allah kami datang, apalagi kalau urusan makan hehe....

Tampaknya sepeda balap Pak Bagus yang paling siap melahap trek aspal ini, sampai-sampai Andri berniat ganti sepeda juga. Sementara, Om Dwi malah baru datang dari Baros dan harus kembali lagi ke Baros. Benar-benar suatu ujian hehe....

Kami sebetulnya sudah membayangkan hal-hal yang kurang mengenakkan kalau melewati trek Jalan Raya Pandeglang. Area ini merupakan daerah kekuasaan bis-bis Murni dan Asli yang selalu berlari ugal-ugalan, balapan mengejar penumpang, tidak memedulikan penguna jalan lainnya, apalagi sepeda. Mengerikan. Belum lagi semburan asap knalpot hitam pekat ber-CO yang menyesakkan nafas. Urgh....

Dan memang hal yang ditakutkan ini terjadi juga. Banyak goweser yang kehilangan konsentrasi dan keseimbangan karena dihembus udara yang dibelah oleh bis-bis tadi yang kecepatan tinggi. Pada trek tanjakan, kami yang sedang berjuang menarik oksigen disembur asap knalpot tadi. Lemas. Kontraproduktif jadinya.

Tiba di Baros, kami istirahat sejenak di homebase Om Dwi sekalian membahas apakah terus atau tidak melanjutkan ke Pandeglang. Untung ada tukang bakso, maka kami sarapan bakso dulu. Olahraga jalan, terus, bakso jalan juga haha....Trims buat Pak Bagus yang traktir bakso. Kami dijamu juga dengan teh manis (favorit) dan penganan oleh Om Dwi.

Akhirnya kami sepakati tidak melanjutkan tur ke Pandeglang tapi akan langsung melalui Petir, Curug, dan kembali ke Serang. Karena Pak Bagus menggunakan sepeda balap, tidak memungkinkan ia untuk bergabung, maka ia melahap Jalan Raya Pandeglang ke arah Serang sendirian. Titi DJ Pak! Om Dwi yang walau sudah tiba di homebase-nya tetap semangat untuk bergabung menuju acara Om Yopi di Serang. Salut.

Melalui jalan aspal yang tidak terlalu mulus antara Baros-Petir, terasa nyaman. Tiada polusi, tiada bis-bis sangar. Kami melalui jalan pintas, melalui jalan kampung berbatu-batu dan tanah yang keras. Tidak banyak rumah penduduk yang kami lewati. Beberapa goweser mengurangi tekanan angin bannya agar tidak terlalu keras menghantam jalan. Trek yang asyik. Kami melewati pematang sawah yang mengering, kebun jagung, dan menyeberangi kali kecil. Tak jarang, karena jalanan patah setinggi 1-2 meter, kami harus mengangkat sepeda. Menuntun malah lebih sering kami lakukan.

Akhirnya, kami tiba juga di Jalan Raya Petir, tepatnya di Desa Sukalaksana, Kec. Curug, Serang. Selamat datang kembali di tarmac. Sekitar 10km lagi Serang dapat dicapai dengan destinasi homebase Om Yopi untuk makan siang. Kali ini perjalanan kami melintasi 4 kecamatan: Serang, Baros, Petir, dan Curug haha... Sekitar pukul 11.00 kami tiba di sana. Trims Om Yopi atas maksinya. Muantaffs. Semoga sang jagoan menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orang tuanya.

SMP. Sekitar tengah hari, kami pamit dengan berbagai alasan, terutama Andri haha.... padahal artinya Setelah Makan Pulang.

Oh ya, minggu depan insya Allah sebagian dari kami akan ikut fun bike di Cilegon. Semoga ada cerita-cerita menarik lainnya.

Wassalam.

8 comments:

CoKlat said...

Sip...sip...sip.....

fLasa said...

itu tuan rumah cuma kelihatan pipinya saja yang montok di sebelah kanan hehe...

marsudi said...

Nah gitu tuh track tongkleng...ga penasaran lg kan....

yellow bike said...

tetep aja penasaran dengan yang namanya tongkleng...

fLasa said...

Maaf Pak Deni, di atas tertulis nama bapak Heri. Maklum penulisnya udah uzur... Tapi dukungan Dispora-nya tetep ya hehe....

asarie said...

ajak ke tongkleng dong bosss mars, da setahun tuch

vektor said...

klu dilanjutin ke pandeglang, ngga enak ama Murni & Asli, nanti dikirain kita rivalnya mereka balapan... hehehehe

marsudi said...

Emang harusnya kita ikut tawaran Om Koneng...Peda naikin ke truck...

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons