Saturday, August 01, 2009

Rumah Hutan

Assalamualaikum,
Apa kabar teman-teman goweser? Sudah lama kita tidak bersua. Banyak kesibukan di semua tempat yang membuat saya tidak menulis di blog SXC2 ini.
Baiklah, perjalanan minggu tanggal 25 Juli 2009 kemarin sangat sangat sangat (3 kali) luar biasa. Tujuannya adalah ke Rumah Hutan. Selama ini, kami belum pernah berkunjung ke sana jadi kami bertanya-tanya dimanakah dan tempat apakah gerangan rumah hutan itu? Kali ini, kami juga berencana bergabung dengan komunitas sepeda lainnya di Serang yang lebih senior, yaitu BCC (Banten Cycling Club).
Rumah hutan bisa dikatakan sebagai sebuah vila yang terletak di tengah-tengah hutan di Kampung Cidampit, Desa Sayar, Kecamatan Taktakan, Serang, Banten. Tempat ini dimiliki oleh Lim Oei Ping (67) seorang muslim keturunan Cina asal Sulawesi Tengah yang juga pemilik toko Krakatau, di Royal, Serang. Di sini ada lapangan badminton (Koh Iping ini jago badminton), perpustakaaan, tempat peristirahatan, kantin, lumbung padi, dan tanaman buah-buahan seperti durian, nangka, dan lain-lain.
Karena diberitahu lewat Cilowong, sebagian kami kurang bersemangat karena harus melewati jalanan aspal. Belum tanjakan TPA Cilowong yang beraroma mantap padahal sebagian besar kami sedang berjuang menarik oksigen sebanyak-banyaknya. Maklum, tanjakan di sana sangat panjang yang pastinya membuat dengkul lemes dan hidung kembang kempis.
Perjalanan kali ada Mars, Dono, Dodo, Dida, Danar, Agus, Kusny, Yusman, Vito, Rajab, Anda, Arif, Dwi, Andri, Toto, Hendra, Darno, dan Pak Ai. Siapa belum kesebut ya? Kali ini juga kami kedatangan peserta yang baru bergabung, yaitu Mas Supri dari Kramatwatu. Seorang goweser sejati yang pastinya sudah khatam trek-trek bagus di sana. Oh ya, Om Bagus, yang juga senior di dunia persepedaan yang baru gabung beberapa kali dengan kami, minggu ini juga absen.
Tidak ada KLB yang terjadi menuju ke Cilowong. Malah pada beberapa tanjakan, tidak ada suara manusia. Hening. Yang ada hanya suara tarikan nafas kami dan kayuhan sepeda. Bahkan sepedanya Rajab sudah berderit-derit yang kami sangka suara dari lututnya haha....
Istirahat di sebuah warung di Cilowong sambil menyantap gorengan dan teh manis selama sepeminum dua gelas teh saja. Di sini kami bertemu dengan Pak Edi, dedengkot BCC yang bersedia menjadi guide kami menuju Rumah Hutan. BCC sudah beberapa kali melewati trek ini, jadi sudah hapal arah dan vegetasi trek.
Hanya beberapa ratus meter dari jalan raya, kami mulai memasuki jalanan berbatu dan siap memasuki petualangan gowes melalui hutan. Om Arif, seksi tofografi yang lama tidak bertugas hehe…, terpaksa pulang ke rumah duluan karena ada urusan keluarga. Silakan ambil bonus turunan duluan di Cilowong!
Dari jalanan berbatu, jalanan tiba-tiba berubah menjadi jalan setapak yang licin karena lumut dan basah sisa hujan semalam. Disebut jalan setapak karena memang jalan hanya cukup untuk satu sepeda dengan perdu dan batang-batang pohon di kanan-kiri siap menggores kaki-kaki kami. Beruntung yang memakai kaos kaki tinggi.
Mulai masuk hutan, banyak roda sepeda yang selip karena licinnya jalan. Bahkan, kami banyak terjerembab dan terjatuh dari tunggangannya. Saya saja sampai 3 kali. Harus lebih hati-hati. Medan menjadi lebih tak dapat diduga karena jalanan berlumut, berbatu-batu, dan diselingi akar-akar besar, tertutup oleh daun-daunan. Kelembaban abadi sepertinya. Kontur jalanan pun naik-turun, melewati pematang sawah, menyeberangi anak sungai, menyusuri lereng bukit dengan jurang di sebelah kita. Ngeri juga kalau terpelesat, bisa jatuh ke bawah. Subhanallah, trek yang luar biasa bagi kami. Untuk keselamatan, kami tak jarang, bahkan sering, turun dari sepeda, mendorong, bahkan memanggul.
Pada suatu turunan, seorang anggota BCC (Pak Tholib ya?) terjatuh dari sepedanya sampai tulang bahunya tergeser. Untunglah setelah pertolongan pertamax dari beberapa teman, termasuk Om Kusny, dia dapat meneruskan perjalanannya. Harus lebih hati-hati.
Akhirnya perjuangan menuju Rumah Hutan berakhir setelah melewati trek mengasyikkan tadi yang diperkirakan sepanjang 6 km. Secara jarak tidak terlalu jauh memang tapi karena medannya berat, membuat kami (atau cuma saya?) kecapean juga. Kami beristirahat di sana sambil makan mie rebus, makanan ringan, kopi, dll, sementara sebagian teman-teman BCC tengah memersiapkan makan siang. Oh ya… salah satu trade mark BCC adalah makan siang bareng hasil masak sendiri. Cool teman-teman.
Setelah berfoto bareng, tepat tengah hari, SXC2 pamit dan meluncur menuju Serang kembali karena keterbatasan waktu para anggotanya. Walau badan sudah penat, tapi kami bersemangat karena membayangkan bonus turunan sepanjang Cilowong. Dan memang, turunan ini sangat mengasyikan, memberi kepuasan, dan menghilangkan penat.
Akhirnya, tanpa rehat lagi, sekitar 13.30 kami mencapai titik berpisah di perempatan Brimob Jalan Takari untuk kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan penasaran ingin kembali ke Rumah Hutan. Apalagi teman-teman yang belum ikut kali ini, pasti tertarik. Ayo! Dan terima kasih Pak Edi serta BCC.

13 comments:

asarie said...

Memang sangat sangat lua biasa Om, nais posting
Ntar kita ulangi lagi, kasian bapak bapak BCC yang telah buat menu spesial ....

Mesti Diulang ..

Anonymous said...

Report-nya sangat3x bagus sesuai dengan kenyataan, pengin lagi ah...... Koreksi dikit yah, rekan BCC yang cedera namanya bukan pak Tholib, beliau ( P Tholib ) adalah yg ngasih info ke saya kalo temannya yG cedera udah baikan. Jelas to ....enak to.....pengin to!!

Hitam Putih said...

Trima kasih tuk Om Eddy dan BCC. Mekanik bener2 libur di track rumah hutan.

fLash said...

Thx Mr. Anonymous infonya dan syukurlah kalo temannya Pak Tholib sudah sehat lagi.

CoKlat said...

Akhirnya ada juga beritanya...., tks mr flash....

vektor said...

jika ada kesempatan kita ulang lagi yuk, asyiik tu track nya...

Ila nurul fadilah said...

Ka. Kalau mobil bisa masuk ?
Pake tiket masuk ka ?

Ila nurul fadilah said...

Ka. Kalau mobil bisa masuk ?
Pake tiket masuk ka ?

yoyo boy said...

No house in Serang unique. Yes, his name is the forest home. Have we ever imagined, that the forest is a place that is convenient for us
togel singapore

omars said...

jika Anda membawa kendaraan bermotor (motor/mobil), Anda bisa parkir di titik paling dekat, kemudian dilanjutkan dgn berjalan kaki sekitar 15 menit (cukup dekat)

omars said...

@yoyo boy : rumah hutan adalah jawabannya....harmoni antara alam dan manusia

Arief Rahmat said...

Kalo sekarang Atv bisa masuk ga ya mas bro? Perlu ijin khusus ga kalo mau maen di rumah hutan? Trims infonya

Arief Rahmat said...

Kalo sekarang Atv bisa masuk ga ya mas bro? Perlu ijin khusus ga kalo mau maen di rumah hutan? Trims infonya

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons