Monday, October 26, 2009

PERMATA AGRO

Hari minggu tanggal 18 Oktober 2009 merupakan jadwal trek ringan yang akan kami lahap. Tujuan utamanya adalah kebun buah dan pembibitan “Permata Agro” di Kampung Ciwatek, Desa Curug Manis, Kecamatan Curug, Kabupaten Serang. Walaupun tidak tepat betul, secara gampang, kebun ini boleh dikata terletak di belakang Markas Polda Banten. Jarak ke sana pun tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 km untuk perjalanan pergi-pulang. Tidak heran, beberapa raja gowes merasa kurang puas karena jarak yang pendek tanpa kontur ini hahaha….. Namun pada akhirnya nanti, rasa ini sedikit tereduksi oleh nikmatnya buah-buahan yang ada di sana.
Untuk SXC2, perjalanan ke Permata Agro merupakan perjalanan ke tiga walaupun saya kebetulan baru kali ini akan mengunjunginya. Tiada kata terlambat untuk hal seperti ini.
Cuaca sangat cerah pagi itu. Di titik bertemu seperti biasa, beberapa pesepeda bersarapan-ria, memersiapkan kondisi sepeda, chit-chat, toilet-mania, macam-macamlah. Beberapa lagi baru memulai lagi aktivitas gowes-nya setelah libur sangat-sangat panjang sejak bulan saum kemarin. Jadi dua bulan lebih. Otot-otot juga dijamin akan kaget lagi. Untunglah trek kali ini termasuk sangat ringan, bahkan bila dibandingkan funbike sekali pun.
Kecepatan sangat lambat kali ini. Dimulai ke arah perempatan Ciceri, Penancangan, bunderan patung, yang sebenarnya patungnya sudah tidak ada, komplek KSB. Akhirnya masuk jalan raya lagi di Jalan Syekh Mohammad Nawawi Al Bantani, tepatnya di Desa Banjar Agung. Kami susuri jalan raya itu ke arah Mapolda. Eh, baru dengar nama jalan ini ya? Bagi yang baru, jalan ini menghubungkan Jalan Raya Jakarta-Serang di utara dengan Jalan Raya Palima di perpotongan dengan Jalan Raya Petir.
Di Desa Banjarsari, kami masuk ke jalan kampung yang berbatu, lapangan bola, kebun-kebun penduduk, lio, sampai akhirnya sampai di Desa Curug Manis, lokasi “Permata Agro”. Karena masih pagi, membuka gerbang pun harus menelpon penjaganya dahulu.
Di dalam kebun yang hanya dijaga oleh 3 orang, suasana sedikit menyeramkan karena alang-alang yang tumbuh liar memenuhi kebun. Sayang. Mungkin karena keterbatasan tenaga? Sayang pula, hanya jambu bol, sedikit mangga, dan belimbing yang siap dipetik. Yo wis, petik saja yang ada.
Teman-teman menyerbu buah-buahan itu seperti orang yang baru ditawan Jepang tiga minggu. Menyantap dan memersiapkan oleh-oleh buat keluarga di rumah. Rasa buah-buahan ini sangat manis dan menyegarkan. Alhamdulillah kenyang….
Setelah puas, kami bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing. Masih pagi, belum pukul 10. Tak apalah, ada hikmahnya juga. Kami jadi bisa cepat-cepat pulang. Masalahnya, bagaimana cara mengangkut buah-buahan dengan berat antara 2-4 kg dengan “hanya” berbekal sepeda? Tidak kehilangan akal, akhirnya masing-masing mengejawantahkan idenya. Yang bawa tas sih gampang. Yang tidak, buah-buahan itu ada yang digantung di stang, ada yang diikat di pinggang, ada yang di punggung, bahkan ada yang di bagasi (khusus Astroz-nya Om Dono). Masing-masing berkreatif-ria. Yang jelas, semuanya sudah membawa di dalam perut masing-masing hehe....
Tanpa ada halangan, alhamdulillah sekitar pukul 10.30, masing-masing pesepeda sudah bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.

5 comments:

mars said...

Ini kunjungan kali ketiga, namun masih ada aja yG belon pernah ke permata agro.

fLash said...

tempatnya kejauhan kali mas =))

CoKlat said...

iya ada yang belum pernah tuh.....

astroz3 said...

..permata agro buat gue sih: "pas banget atau kalau orang gaul bilang 'matching' banget .... sama bagasi/boncengan gue" ... so pasti..

fLash said...

Mas Astroz3, lebih tepat disebut:guwa banget hehe... :))

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons