Tuesday, November 17, 2009

PULAU BURUNG ALIAS PULAU NYAMUK

Hari Minggu 15 November 2009 sangat cerah setelah dua hari sebelumnya hujan mengguyur Kota Serang dengan derasnya. Matahari sedang menunjukkan taringnya. Di meeting point, diawali dengan kerusakan teknis pada gir roda belakang Om Danar dan kesalahan pemilihan sepeda oleh Pak Dudi yang kali ini memakai full-modif Marin-nya yang berat dikayuh. Apalagi, ukuran ban hard terrain alias ban tahunya yang lebar kekurangan tekanan. Komplitlah. Pak Dudi sendiri tadinya mau putar balik, tetapi karena sudah menjadi tokoh yang sudah memberikan testimoni di situs kita ini, ia harus memberi contoh dan tegar untuk terus meng-gowes. Ditambah, teman-teman semua memberi semangat, ayo Pak Dudi genjot terus! Tapi ke depan, Marin-nya di lelang saja ya hehe….
Peserta yang hadir kali ini ada 16 orang dengan beberapa di antaranya baru menjajaki bergabung dengan SXC2.
Mengingat kondisi sepeda teman-teman di atas, kami putuskan perjalanan kali ini akan melalui trek yang datar dan tidak terlalu sulit. Pulau Dua akan menjadi tujuan kita. Perjalanan ini merupakan kali ketiga kami ke sana. Walau demikian, ada juga beberapa anggota (senior) yang belum pernah ke sana, termasuk Mas Arif hehe…
Seperti biasa, kami akan melewati jalan Sawah Luhur. Tidak ada kejadian menarik selama perjalanan.
Tiba di pertigaan Desa Sawah Luhur, kami rehat sejenak sambil menunggu rombongan terakhir, Om Agus, Om Iyan, Om Yopie, dan Pak Dudi. Ternyata, Pak Dudi dan Om Iyan sudah saling bertukar sepeda. Bukan semata untuk merealisasikan hasil rapat sebelumnya di markas Om Koneng, tapi karena Pak Dudi sedikit menyerah dengan Marin-nya. Ketiga teman yang bareng dengannya pun merasakan beratnya mengayuh si Marin.
Tiba di Pulau Dua, masih pagi. Di hari libur seperti ini, kawasan ini menjadi tempat rekreasi murah-meriah penduduk sekitar. Mereka berjalan kaki dari jalan raya menyisir galangan tambak sepanjang sekitar 2 km-an menuju ke sana di bawah terik mentari. Banyak pula yang menggunakan sepeda motor. Apa burung-burung tidak takut dengan raungan suara motor itu?
Di pulau, saat ini sedang musim nyamuk. Jumlahnya jutaan dan sangat agresif. Ketika kami masuk di posnya Pak Madsahi, mereka langsung menyerang membabi buta. Untunglah Om Danar sudah menyiapkan lotion antinyamuk sehingga sedikit mengurangi serangan itu. Tapi, beberapa nyamuk perkasa yang memiliki jarum panjang, menyerang melalui jersey kami dan tembus. Masya Allah. Bahkan, ketika kami lebih jauh masuk ke hutau bakau untuk melihat burung-burung, bukan hanya serangan nyamuk, suara mereka dengan frekwensinya yang tinggi pun terdengar mengerikan. Terpaksa kami batalkan perjalanan ke sana dan kegiatan kami isi dengan sesi pemotretan hehe….. Akhirnya, pulau ini pun kami namakan Pulau Nyamuk haha….
Sekitar 9.30 kami lanjutkan perjalanan yang semula akan melalui Tasik Ardi dan JPG. Namun, di Kasemen, berdasarkan masukan dari beberapa peserta, jalan pulang akan melalui Jalan Raya Banten saja, seperti biasa. Beberapa teman harus pulang cepat karena harus mengikuti acara keluarga. Matahari lebih ON lagi. Yo wis, karena tidak ada acara lagi, saya dan Om Iyan duluan saja ke Serang. Alhamdulillah, senang sekali pukul 10.30 sudah bisa bertemu dengan bidadari kecilku. Pastinya Om Iyan akan setuju….

11 comments:

mars said...

Kayaknya ada beberapa muka baru neh...
Selamat bergabung aja, nikmati kebersamaannya...
Ada yG mo nyusul pesan jersey, sekalian deh mumpung belum telat...

CoKlat@Chelski said...

Iya om, sampai nggak sempat kenalan...yang penting ngggowes bareng.....

miyano said...

setubuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh, duh kalau bisa besok yang ringan aja soalnya saya ga ikut mau keondangan....please deh...

fLash said...

om miyano yang mana ya?

mars said...

yah gmn sech.....
tuh yG orG sering kondangan...

omiyan said...

ondangan ke daerah ciruas

astroz3 said...

Makin seneng aja liat banyak peserta yang bermunculan... tapi minggu ada undangan nich gimana yach??? udah lama gak bisa gabung .....

fLash said...

koq, undangannya pada bareng ya?

mars said...

hayo sapa yG mo nyusul mo undangan lagi....

info wisata indonesia said...

bila saya berangkat ke sana dari jakarta, sewa perahu nya berapa ya ? baik nya berangkat dari mana ya biar sewa perahu nya tidak terlalu mahal ? thanks

admin said...

Gampang kok om, kalo mau ke Pulau Burung...ga perlu sewa perahu...dan cukup murah. Krn P. Burung (Pulau Dua)telah menyatu dgn daratan krn proses pendangkalan. Jarak dari jalan raya juga ga terlalu jauh, kira-kira hanya 1 km.
So...kapan bisa berkunjung ke Pulau Burung.

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons