Thursday, November 12, 2009

Sepeda & Sepedaan -sebuah testimoni (part1)

Salam Sepedaan.  

Puji Syukur selalu kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan rahmatNya kepada kita semua.

Pada Kesempatan ini sepedaan.com akan menayangkan liputan mengenai testimoni atau pengakuan dan juga pendapat dari orang-orang yang mencintai sepeda dan kegiatan sepedaan yang mungkin mampu menjadi  sebuah kontemplasi bagi kita semua.

Liputan ini akan disajikan secara kontinyu, yang dimulai dari mereka para anggota SXC2, dan bagi para pembaca yang ingin memberikan testimoninya silahkan mengirimkan email kepada milis@sepedaan.com dengan disertai   profile diri yang nantinya akan kami tayangkan pada Blog ini.  

Selamat Menikmati Liputan ini:

Dudi Perdana, salah satu anggota SXC2 kelahiran Bandung 41 tahun yang lalu dan berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil Dishubkominfo Propinsi Banten ini, mempunyai penuturan mengenai sepeda dan sepedaan sebagai salah satu hobinya disamping fotografi. 

Berikut petikannya: Jika kita mau jujur, bersepeda tidak hanya hemat dan menyehatkan tetapi juga memberi manfaat ekologis lho, karena tidak ada lagi polusi udara.  Jalanan pun tidak akan macet. Apalagi untuk jarak tempuh pendek dan sedang, bersepeda sangat dianjurkan, misalnya pergi ke kampus,  pasar, sekolah, ataupun berkunjung ke rumah teman.  Apalagi ditengah kenyataan  harga BBM yang semakin tinggi seperti saat ini,  berapa rupiah yang bisa kita 'save'. 

Selain itu manfaat lain yang diperoleh dari bersepeda antara lain:

1. Bersepeda rutin dipagi hari membuat diri menjadi lebih rileks, tenang dan sabar.
2. Jika dijadikan hobi, bersepeda dapat meningkatkan vitalitas daya hidup. Apalagi bila dilakukan dalam sebuah kelompok/group/komunitas khusus sepeda.

Sayang memang, nilai-nilai positif ini belum banyak dilirik oleh masyarakat.  Bahkan di kampus pun penggunaan sepeda masih sangat minim. Entahlah, teman-teman mahasiswa lebih suka menggunakan motor dan mobil.  Padahal, kalau untuk membeli buku diktat saja susahnya minta ampun, tetapi untuk memberi minum motor 2-3 liter tidak pernah merasa keberatan sedikitpun.  

Saya kadang membayangkan, kapan pengguna sepeda di negeri ini bisa menikmati berbagai kemudahan. Seperti jalur khusus dan parkir khusus. Bukankah selama ini jika kita ingin menitipkan sepeda ditempat parkir harus diletakan disela-sela motor.

Dari sejumlah literatur yang pernah saya baca, di negara-negara eropa maju, seperti Jerman, Perancis dan Belanda masyarakat pengguna sepeda diberikan hak istimewa. Misalkan dengan menyediakan parkir khusus sepeda, juga jalur-jalur yang memang disediakan untuk kendaraan roda dua ini. Yang jelas mereka tidak lagi diperlakukan lagi sebagai pengguna jalan kelas dua. Pemerintah setempat sadar bahwa peningkatan populasi pengguna sepeda telah membawa dampak luar biasa bagi pengurangan kemacetan dan polusi udara. Di sana, ke kampus, ke kantor, ke sekolah dan ke tempat kerja dengan sepeda merupakan hal yang lumrah. Masing-masing instansi juga memiliki parkir khusus sepeda, semua ditata rapi. Dan yang paling penting, mereka tidak pernah gengsi untuk naik sepeda.  Pertanyaannya adalah kapan kita bisa seperti itu?

3 comments:

mars said...

Setuju banget....
Nah ini salah satu tugas dishubkominfo tuk kampanyekan bersepeda..-sepedaan-..

yopie said...

Hidup... Om Dudi... tetap semangat terus Bos.

fLash said...

yg jelas, sepedaan juga menjadi ajang ekpresi diri si pengendaranya, mulai dari modifikasi sepeda, manset bermotif tato, celana hawaii, jrrd (jeung rea-rea deui) hehehe.....
Tapi kenapa belakangan ini, Pak Dudi jarang berkamera-ria lagi ya?

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons