Monday, December 28, 2009

From Duren to Nagrek

Alhamdulillah. Minggu, 27 Desember 2009, pelataran meeting point sepi. Hanya 13 pesepeda yang siap berpartisipasi. Yang lain, sebagian besar sedang berlibur ke luar kota karena memang sedang libur panjang yang dimulai tanggal 24 sebelumnya.

Di sini, sudah ada Om Mars yang penasaran ingin ke Bukit Kuranji karena minggu sebelumnya absen, ada Pak Yusman yang selalu ditemani doping sari kurmanya, Om Yopie dengan mode rambut berwarna perak yang makin jago sajah meng-gowes, Pak Dudi sweeper sejati yang tanpa Nikon D1-nya kali ini karena berat katanya, Indra anak kuliahan, Pak Arif (selamat mengikuti program ASKES alias Asal Kesangan), Pak Ai yang kalem, Mbah Darno yang semakin menunjukkan eksistensinya dengan tunggangan putihnya seperti Lone Ranger, Om Usep yang sudah gowes duluan dari Cilegon dengan jersey merah I LOVE BIKE (biasanya Pak Dudi yang ber-jersey ini), Om Imam yang terlihat sehat dengan jersey-nya kali ini hehe..., Om Heppy yang semalamnya tidak begadang dan siap meng-gowes, Om Faisal yang semakin menyelami kehidupan gowes-menggowes hihihi..., dan saya tentunya. Belakangan, bergabung juga Pak Bejo dari BCC, sehingga peserta genap menjadi 14. Rekor paling sedikit.

Tujuan kami adalah ke bukit di sekitaran Kuranji dan dilanjutkan ke Cilowong seperti minggu sebelumnya tapi dengan tambahan eksplorasi medan yang belum kami lewati tentunya.

Baiklah, tepat pukul 07.00 kita berangkat, mumpung masih pagi dan segar.

Perjalanan melewati Jalan 45 ke Kp. Cikulur dan Kuranji. Terus melalui Kp. Pancuran dan Pasir Gadung untuk keluar di Jalan Raya Takari atau disebut juga Jalan Raya Taktakan di Kp. Cilowong. Trek yang kami lalui sebagian besar adalah jalan kampung yang walaupun beraspal tetapi sempit. Cukup nyaman untuk bersepeda. Ada juga trek berbatu-batu yang belum dilapisi aspal. Di Pasir Gadung ada sebuah tanjakan curam yang sangat licin berupa batu kapur keras. Tapak ban motor maupun sepeda yang selip tampak jelas. Saking curamnya, ban depan sepeda akan terangkat kalau salah memosisikan badan kita. Posisi gir sudah pasti 1-1.

Pak Dudi meneriakkan TTB yang artinya TunTun Bike karena sepedanya dituntun. Biasanya kita sebut MTB atau Mari Tuntun Bersama. Tapi tidak kita gunakan lagi karena tinggal Pak Dudi saja yang menuntun sepeda hahaha.... Pak Arif saja, anggota baru, sudah sampai di atas duluan. Pak Dudi komplain karena setiap mengajak teman baru untuk gowes, selalu saja lebih kuat darinya. Padahal, tadinya dia berharap ada teman di belakang hehehe... Ingat tidak cerita ke Pancanagara, dia pertama gabung Rina. Tapi walau begitu, kita semua salut untuk semangatnya yang tidak kenal menyerah .

Tiba di Cilowong, seperti biasa, teh manis memberikan tambahan energi buat kami. Alhamdulillah.

Tawaran dari Om Imam bahwa ada duren di Gunung Sari tidak mungkin kami tolak. Jadi, perjalanan dilanjutkan ke sana. Di kediaman Pak Asmuni (teman kantornya Om Imam) yang terletak di belakang Kantor Kelurahan Gunung Sari, kami disuguhi duren asli Gunung Sari plus kopi hitam super pahit. Muantaffs. Semuanya puas. Terima kasih Pak! Hanya Pak Usep dan Pak Ai saja yang tidak menyantapnya.

Di depan rumah, anak-anak kampung setempat mengambil rambutan dengan galah. Yang memungut rambutan, melakukannya sambil terus memakan rambutan. Pas beres, pas rambutan habis. Anak yang memegang galah malah tidak kebagian hahaha.....

Setelah beres, sekitar pukul 10.30, perjalanan kami lanjutkan melalui Jalan Gunung Sari-Pasir Buah. Memotong Jalan Raya Takari, perjalanan dilanjutkan melalui Jalan Semenjangan- Pasir Buah menuju Kp. Nagrek yang belum pernah kami eksplor sebelumnya. Jalanan berbatu besar-besar dan menanjak curam (lagi). Kami melalui kebun melinjo dan salak, serta hutan yang alang-alangnya sudah menutupi jalan yang kami lalui. Pesepeda yang tidak menggunakan kaos kaki panjang menderita karena tusukan nyamuk dan alang-alang :(. Kami sempat ragu melewati jalan ini karena seperti bertahun-tahun tidak pernah dilewati orang. Tapi untunglah, tim pembuka jalan, Om Mars dan Mbah Darno memastikan bahwa jalan bisa kita lewati. Setelah beberapa saat tegang karena berada di tengah hutan, kami menemukan perkampungan juga alhamdulillah. Namun, di kebun salak, sepeda tidak bisa kami paksakan lewat karena duri-durinya yang tajam siap mengancam ban-ban sepeda kami. Perjalanan kami lanjutkan melalui jalanan kampung menuju ke Kp. Jakung, masih di Desa Cilowong juga. Tiba di sana sekitar pukul 11.30. Trek yang sangat menantang, tidak kalah dibandingkan ke rumah hutan di Cidampit.

Tinggal pulang deh, menyusuri Jalan Raya Taktakan menuju perempatan Brimob. Alhamdulillah tiba di homebase sekitar dzuhur.

13 comments:

nayusman said...

mantep coi explore nya...+ ada acara belah eh.. makan duren lagi

fLash said...

Sewaktu kita ngaso di Cilowong, kita ketemu Om Toto, lagi patroli kali ye :))

yopie said...

Kayanya i ya tuh om flas ibarat kata : Perjalanan minggu ini, duren kemakan, tanjakan dijabani dan hutan dilewati.... walau penuh semak belukar buka begitu om falas.... eh flas pokok e mak...nyos...

fLash said...

Satu Om Yopie yg gak ada, te(te)h manis =))

yopie said...

iya tuh te(teh) manisnya lagi di..... ah tahu kali om flash

CoKlat@Chelski said...

Klo mau duren lagi ada rute yang tidak menantang....alias adem2 wae...
Di depan bulog...he3x...
Sorri absen lagii....

mars said...

Wah...pokoknya manstab bangget...
Palagi track Nagrek...
Bener Om Flash bilang, ga kalah deh jika dibandingin track Cidampit (rumah hutan)

Another Blogger said...

Cool blog Cool Green Blog
Visit my blog www.anohter-new-blogger.blogspot.com

Another Blogger said...

Cool blog Cool Green Blog
Visit my blog www.another-new-blogger.blogspot.com
Terutama soal makan duren ;) Mantaf! Duren plus kupi pait!

nayusman said...

sayangnya waktu ketemu Om Toto di cilowong, pada lupa bahwa Om Toto Ulang tahun...kan bisa ucapain ultah + pesta duren...ha ha ha

Sir John said...

Very good, I ride in America

Johnny Ray
www.sirjohn.us

fLash said...

@Sir John: Nice to meet you Sir John. Hope bicycle can widely ridden all around the world to reduce pollution and make our earth green.

amelia said...

Nice :)
Asik juga bisa sepedaan rame-rame kayak gitu.. Hehe di surabaya sini juga ada klub sepeda. Tapi nggak tahu juga seberapa besar komunitasnya :)

Keep posting buddy !

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons