Wednesday, May 27, 2009

RAWA DANAU, SEBUAH LAPORAN PERJALANAN

Komunitas Sepeda Gunung
Serang XC Community

Hari minggu tanggal 17 Mei 2009 lalu, SXC2 berencana meninjau kawasan Rawa Danau. Suatu cagar alam seluas 2500 ha yang merupakan salah satu hutan rawa terluas di Pulau Jawa. Kawasan ini berupa lembah yang dapat kita pandangi dari atas perbukitan di Jalan Raya Mancak yang merupakan jalur alternatif dari Serang menuju Anyer. Berbeda kalau perjalanan ditempuh dari Jalan Raya Cilegon yang padat, penuh polusi, dan selalu ancur sepanjang tahun, apabila kita melewati jalur ini, maka pemandangan lembah dan perbukitan mendominasi dengan lapisan aspal yang bagus walaupun relatif sempit.

Kontur menuju ke sana adalah tanjakan berlapis aspal yang konsisten karena kawasan ini memang terletak di dataran tinggi yang dimulai dari Cilowong, Gunung Sari, sampai Desa Luwuk di Jalan Raya Mancak. Walaupun demikian, Allah Mahaadil karena setiap ada tanjakan, pasti ada turunan. Jadi, sudah terbayang turunan yang akan kami lewati nanti dalam perjalanan pulang yang karena panjangnya kami istilahkan sebagai “bonus”.

Hari ini trekker yang siap menggenjot sepeda ada 18 orang. Tidak bosan-bosan, mari kita perkenalkan mereka kembali satu persatu.

Bos Dono; (2) Bos Danar; (3) Om Mars; (4) Om Agus; (5) Om Dwi alias si koneng; (6) Om Iyan; (7) Pak Dudi, fotografer yang energinya berbanding lurus dengan keterisian tenaga baterai kameranya; (8) Pak Agung; (9) Mbah Darno; (10) Om Dodo 1; (11) Om Dodo Chupeeet yang semalamnya begadang tapi tetap enerjik, mungkin karena bawa shower barunya kali ya…; (12) Om Hendra yang kegenitan difoto hehe…; (13) Pak Feri yang walaupun lama absen, masih bisa mengimbangi teman-teman yang aktif-setiap minggu; (14) Pak Yusman yang makin tak terkejar setelah ber-vector-ria; (15) Pak Didit yang lebih tak terkejar lagi setelah ber-collosus-ria hehe…; (16) Om Okten, sang wajah baru dengan tunggangan BTW-nya menemani si koneng; (17) Pak Ai; (18) dan saya fLasa, just an ordinary man ;)

Perjalanan seperti biasa dimulai dari halaman KPP Pratama Serang pukul 7.30 tepat. Udara masih segar dan tidak terlalu panas. Panas pun kami tidak terlalu khawatir karena di puncak sana pohon-pohon besar sudah bersiap-siap melindungi kami dari teriknya sinar matahari dan tentu saja dengan oksigen yang berlimpah. Melewati alun-alun yang masih padat dan kumuh di pagi hari, para trekker terhambat oleh mobil, motor, pejalan kaki, pedagang, pembeli, hmm…. banyak sekali. Dilanjutkan ke Kaloran, melewati markas Brimob Banten dan dihadang oleh garis kejut yang jumlahnya banyak dan tinggi. Kami terpantul-pantul di atas sadel.

Oh ya, kenapa ya di setiap jalan depan kompleks militer selalu banyak garis kejut? Lihat saja di depan markas brimob atau Kopassus yang garis kejutnya gede-gede?

Perjalanan dilanjutkan ke Jalan Raya Taktakan, full tarmac. Sudah mulai menanjak, jalanan aspal pula, padahal pemandangan di sekitar belum ada yang bagus. Jadi, sedikit membosankan. Sepanjang jalan, para trekker menemui beberapa titik permintaan sumbangan untuk pembangunan masjid di beberapa desa yang mungkin direncanakan supaya pembangunannya kelar nanti sebelum bulan puasa. Namun sayang, untuk memperlambat laju kendaraan yang lalu-lalang, mereka menyilangkan balok kayu di tengah jalan begitu saja sehingga membuat orang yang semula mau menyumbang manjadi bete dan urung gara-gara kaki-kaki kendaraan mereka menghantam balok tadi. Sayang juga ya…

Menuju puncak Cilowong dengan tanjakan paling curam melewati bukit sampah yang merupakan TPA sampah se-Serang. Bayangkan kuantitas dan aroma tak sedapnya. Bayangkan pula para trekker menghajar tanjakan dengan tersenggal-senggal menyedot O2 sebanyak-banyaknya tapi yang didapat malah aroma sampah itu. Puihhh…. Memabukkan rasanya.

Untunglah di puncak Cilowong itu, pemandangan sangat bagus menjadi hiburan. Dengan arah angin menuju ke lembah, sedikit pun kita tidak mencium aroma tadi. Di sebelah utara kita bisa melihat pantai Laut Jawa di sekitar kawasan Banten Lama. Di selatan tebing menghijau masih hijau perawan. Menyegarkan. Sambil melepas penat, beberapa trekker seperti biasa berfoto-foto ria. Macam-macam gayanya. Ada yang bergaya power rangers yang gak berubah-ubah, ada yang bergaya genit, ada yang bergaya dengan senyum manisnya hehe…, ada yang bergaya dengan betis mulusnya padahal memakai pelindung betis warna kulit, ada pula yang bergaya ala cover kaset. Aksi mereka bisa dilihat di edisi Foto Model SXC2 di blog sepedaan. Sebagian trekker yang memunyai orientasi lain, yaitu mencari gorengan dan teh manis, tetap melanjutkan perjalanan ke desa terdekat untuk rehat di sana. Oh ya, di puncak ini pula, Pak Dudi yang kehabisan baterai kameranya segera memutuskan untuk kembali ke Serang dan langsung melahap bonus turunan. Persiapkan remnya Pak! Tuh kan, kalau energi baterainya habis, tenaga Pak Dudi juga habis hehe…. Tinggalah kita ber-17 orang.

Perjalan dilanjutkan masih melalui Jalan Raya Gunung Sari sampai pertigaannya. Kita mengambil jalur kanan ke arah kota Kecamatan Mancak. Ke kiri menuju ke Gunung Sari, tembus ke Jalan Raya Ciomas, belum sempat kita jelajahi. Jalanan masih aspal yang masih didominasi tanjakan.

Akhirnya sampai juga kami di lokasi untuk melihat Rawa Danau. Tempatnya tidak diurus karena memang tidak ada pengelola resmi di sini. Hanya dipasang plang yang menunjukkan bahwa kawasan ini ada cagar alam dan harus dijaga kelestariannya. Seperti itulah… Warung-warung kopi tersedia dengan amben tempat lesehan. Lumayan nyaman untuk meluruskan pinggang sejenak. Pemandangan ke arah lembah luar biasa karena selain bisa memandang kawasan Rawa Danau dengan kelokan-kelokan sungainya, kita juga bisa melihat kaki Gunung Karang di Pandeglang yang menjadi batas horizon. Menurut informasi, kalau kita ingin menjelajahi sungai di bawah sana, harus dimulai dari hulunya di Kecamatan Padarincang, Serang. Tapi hati-hati, banyak buaya. Di sini, Om Danar segera kembali ke Serang karena ada urusan keluarga. Tinggallah kita ber-16.

Setelah kenyang makan minum dan berfoto ria, sekitar 11.30 kita putuskan untuk kembali ke Serang dan melahap bonus turunan panjang. Namun, seksi kegiatan merencanakan kita berbelok di Gunung Sari melewati Kampung Sayar menuju Serang. Jalur ke sana pernah kita lewati sebelumnya pada edisi pertemuan di vila Pak Nandang Gunung Sari dulu, hanya jalurnya dibalik. Jalan bertipe gravel dengan variasi batu-batu sebesar kepala dengan turunan yang mendominasi. Boleh lah… asal persiapkan rem dan tingkatkan kewaspadaan. Sepeda sampai bergetar keras menahan kerasnya guncangan dari batu-batu besar di jalan yang menurun. Ngeri. Kalau saya jadi sepeda, pasti sudah protes keras diperlakukan seperti itu. Tangan sampai pegal-pegal menahan guncangan tadi. Sudah harus ganti fork kali ya, atau malah sepedanya.

Pada suatu bukit, karena beratnya tanjakan dengan batu-batu sebesar kepala, rantai sepeda Bos Mars sampai putus, tak kuat menahan hambatan batu dan kuatnya tenaga Bos Mars. Diore-nya sih kuat, tapi rantainya yang gak kuat. Akhirnya, para trekker membantu ia membetulkan rantainya. Trekker lain yang tidak terlibat, beristirahat, foto-foto, bahkan Om Dodo Chupeet membasuh kepala dan badannya dengan shower barunya hehe… Shower baru itu sebenarnya tas punggung untuk membawa minuman dengan slang sehingga trekker bisa tetap menggenjot dengan menghirup air dari slang tersebut (apa sih namanya)? Nah, karena masih baru dan masih berbau plastik, Om Widodo, dan Om Hendra juga, jarang minum dari sini, malah airnya dipakai mengguyur badannya, seperti shower, supaya tetap segar, .

Setelah beres membuka bengkel, perjalanan dilanjutkan menuju Serang. Alhamdulillah, tidak ada kecelakaan, tidak ada kejadian-kejadian aneh. Semua ingin cepat tiba di rumah masing-masing. Namun, menjelang Desa Sepang, otot kaki Om Agus sepertinya tertarik sehingga dia menggenjot sampai di perempatan Ciracas dengan terpincang-pincang dan meringis menahan sakit untuk kemudian dievakuasi dengan menggunakan angkot. Split out di sini. Sampai rumah sekitar 14.30. Lama dan penat juga ya…

Satu lagi, SXC2 bergembira karena dalam perjalanan ke Rawa Danau ini kekompakan lebih terasa dibanding perjalanan-perjalanan sebelumnya karena jarak antar-trekker tidak terlalu jauh. Golongan langit yang memunyai stamina berlebih sudah bisa mengurangi sedikit kecepatannya, sedangkan golongan belakang sudah mulai bisa mengimbangi kecepatan dan enduro golongan langit tadi. Sip deh…

Sampai jumpa di petualangan berikutnya.

Monday, May 25, 2009

Bersepeda Nyantai


Minggu 24 Mei 2009, Seperti Biasa menjalankan aktifitas Hobbi, "nyepeda", ntah kenapa edisi saat ini terasa lain ?, padahal tidak ada yang istimewa !
Perjalanan dimulai atas ide besar salah satu tracker, "Penangkaran Buaya", kenapa buaya, tidak penangkaran yang lain ?, lokasi tujuan tidak terlalu jauh, kalau niat banget ke lokasi, paling 15 Menit sampai, tapi ada ide nakal, diputerin dulu kearah yang lebih jauh, maklum para tracker belum hafal betul daerah itu.
Jumlah Tracker yang hadir 21 orang, seorang berhalangan ngelanjutin "takut ketangkep ma Pawang Buaya kali yaa ?" sayang sesampainya dilokasi, tidak ada pawang yang mau nemenin rombongan, akhirnya batal ketemu ma buaya deh.
Perjalanan mulai aneh sejak masuk Kp. Panggang, lewat jalan setapak yang lumayan bagus, sampai pinggir irigasi, terdapat kejadian lucu, dan menyebalkan, cerita ini biar rekan yang lain yang nulis, biar objektif, soalnya saya tidak terlibat secara langsung.
Ending dari perjalanan ini, mengganti kalori yang telah dibakar, berakhir manis di mas yanto KPN, dan keyakinan kita semua, sehabis dari mas Yanto pada gosok ban sepedanya ?????@@!!??@??@??@@


salam sepeda

Wednesday, May 20, 2009

Foto ModeL Serang "XC" Community

Foto model...?
ya..., itu sebutan yang diberikan srikandi kita saat melihat beberapa tampilan yang diupload di Email Sepedaan..., tapi kalo diamati bener bener.., memang gaya para tracker kita ngga kalah dengan para foto model lho...
coba deh perhatikan gaya gaya mereka...( keren keren kan..) lebih hebat lagi mereka bergaya sehabis terengah - engah, melahap tanjakan cilowong serta berjuang mengesampingkan wanginya aroma sampah di TPA (tempat pembuangan akhir)
Kalo foto model beneran..., wajar kalo keren, karena mereka dandan ada yang ndandanin dan bergaya berdasarkan arahan penata gaya..., hasilnya..., bagus tapi tidak natural..., coba bandingkan dengan temen temen..., mereka berdandan dengan keringat mereka dan bergaya secara spontan..., hasilnya.. bagus dan alami...
Alami... ya itulah yang membedakan temen temen dengan foto model...

Humor Sepedaaan

Suatu Hari seorang bersepeda keluar masuk kampung, karena kelelahan beristirahat di suatu gubuk di pematang sawah, sambil memandangi petani yang lagi sibuk nyangkul sawahnya, ditempat yang tidak jauh dari gubuk kelihatan seorang petani sedang memandikan se ekor sapi perah di kali, pikirnya pemandangan yang jarang ditemukan di kota, bergegaslah tracker satu ini menghampirinya,
Tracker : sapinya bagus banget pak, Gemuk Lagi
Petani : ya gitu lah, ngerawatnya harus rajin,
Tracker : Boleh tuh Pak kalau sapinya mau di jual
Petani : Wah, nggak Mas ini sapi satu satunya yang saya punya
Tracker : Dengan sedikit memaksa " sapi ini Saya bayarin Rp. 5 Juta, ditambah dengan sepeda ini"
Petani : maaf tidak jual, lagian buat apa saya punya sepeda
Tracker : Bener pak Saya Beli, saya suka sapi bapak
Petani : dengan sedikit marah " maaf ini tidak dijual !"
Tracker : Wah bapak ini aneh, apa kata orang setiap bapak bepergian naik sapi ini, kan repot
Petani : Biar aja, orang mau ngomong apa !, saya akan lebih aneh lagi kalau dilihat orang sedang memerah sepeda !!!!
Akhirnya cabut dah tracker itu, gowes lagi, gowes lagi

Monday, May 04, 2009

wellcome aboard...



Minggu tanggal 3, minggu pertama di bulan mei 2009, sesuai putusan rapat kegiatan tracking adalah jadwal track ringan..., jalur yang dipilih kali ini ke arah walantaka... dengan tujuan utama taman buah "permata Agro" sebuah lokasi tanaman buah buahan yang dapat kita petik sendiri dan bawa pulang... (tentunya setelah kita bayar.... :)) )

Rombongan yang terdiri dari 15 tracker ( termasuk 4 new commer)..., Pak Oktan ( akhirnya si Koneng punya saudara deh), mas rojab..."si anak hilang" :)(katanya minggu kemaren udah gabung tapi kepisah dari rombongan) , pak suwanda... ( kaya'nya udah jago deh), pak dudi " the new fotografer".... (tenang pak..., ngga bakalan ditinggalin koq..)selamat bergabung temen temen semoga perjalanan kali ini membawa kesan bagus dan menjadikan semangat untuk tetap bersepeda...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons