Tuesday, March 16, 2010

RUMAH HUTAN: GOWES BARENG KAPOLDA BANTEN (II)

Selepas cukup beristirahat di Rumah Hutan, sekitar 35 orang dari kami yang tersisa memutuskan untuk berangkat pulang ke Serang melalui Kp. Pancanagara di Pabuaran dan menyeberangi Kali Banten. Ya, Kali Banten. Sungai yang sudah dua kali kita lewati di sana, ternyata Kali Banten. Perbekalan, terutama air minum, harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Hal ini karena jam sudah menunjukkan waktu pukul 11.30 dan matahari sudah mulai memancarkan sinar panasnya yang menyengat. Hati-hati dehidrasi.

Perjalanan menuju ke sana didominasi ladang dan pesawahan yang sangat panas tanpa perlindungan pohon-pohon besar. Sangat kontras dengan perjalanan menuju Rumah Hutan sebelumnya yang sangat sejuk karena pohon-pohon besar melindungi kami dari sinar matahari dan menyediakan oksigen yang sangat berlimpah Alhamdulillah.

Karena trek jalan setapak sudah mulai mengering, tidak ada lagi cerita ban-ban sepeda kami selip kehilangan traksi. Malahan, sepeda bisa dipacu dengan lebih cepat dan tetap nyaman. Kiri-kanan kami masih dikelilingi ladang dan kebun penduduk. Trek ini berakhir di Desa Pasir Pule. Kami pun rehat sejenak di sini sebelum mencapai jalanan desa. Penduduk di sini sangat ramah, sampai menyediakan minuman buat kami. Terima kasih Pak, Bu!

Selanjutnya, kami menuju Jalan Raya Tongleng-Serdang Lor. Bagi yang belum tahu, jalan raya ini menghubungkan Jalan Raya Sepang-Sayar di utara dengan Jalan Raya Palka, Pabuaran di selatan. Beberapa goweser menunaikan solat dzuhur terlebih dahulu di sebuah mushola kecil. Kembali, penduduk sekitar menyiapkan penganan dan minuman buat kami. Alhamdulillah, penduduk di desa-desa yang kami lalui sangat ramah dan membantu. Terima kasih semua! Di sini, beberapa goweser rombongan belakang yang digawangi Om Dono dengan Element putih barunya, terus melanjutkan perjalanan.

Memasuki jalur off-road menuju Kali Banten di Desa Sindangheula, pada awalnya trek berupa kubangan lumpur. Indra, si anak muda, sepertinya sampai jatuh kecebur tuh… Nantilah mandi di Kali Banten untuk bersih-bersih hehe…. Namun setelah itu, jalanan kembali memasuki sawah gogo, ladang-ladang penduduk, dan batuan cadas. Sangat, sangat panas dan memenatkan. Tanah-tanah kosong yang dulu kami lewati, sekarang ditumbuhi alang-alang sampai mencapai 2m-an. Sampai-sampai, jurang-jurang di sebelah kiri kita menjadi tidak kentara karena terhalang alang-alang ini. Syukurlah, semua selamat sampai penghentian berikutnya di Kali Banten.

Beberapa goweser seperti Om Dwi, Om Mars, dan Indra berendam di sini dan foto-foto tetapi sebagian lagi tampak kurang antusias. Mungkin karena sudah sangat lelah dan ingin segera sampai ke rumah. Tanjakan curam selepas kali membuat kami mendorong sepeda-sepeda kami. Sama sekali tidak bisa di-gowes. Jaln yang curam ini berakhir di Jalan Raya Bongla, di Kp. Sindangheula yang menghubungkan Jalan Raya Pandeglang di Kp. Karundang dengan Desa Paleuh di Jalan Raya Palka, Pabuaran.
Setelah menikmati segarnya air kelapa muda yang disediakan warga setempat (terima kasih bapak-bapak), perjalanan kami lanjutkan menuju Kp. Karundang dan terus ke Serang. Pak Dudi yang entah mendapat tenaga dari mana, sempat sprint dengan Pak Yudi. Saya sih, yang sepertinya terkena dehidrasi, dengan sisa-sisa tenaga yang ada bersama Om Agus, cuma memantau saja dari belakang sambil ketawa-ketiwi.

Oh ya, kali ini performa Pak Dudi dan Om Tim sangat luar biasa. Mungkin karena Pak Dudi sering menambah jam terbang gowes, sementara Om Tim sering bertapa hehehe…. membuat mereka tidak tercecer dari rombongan utama. Salut guys! Bahkan, saya baru menyusul Pak Dudi menjelang Karundang.

Selepas Kp. Sindangheula, rombongan memang terpencar-pencar dan mengambil arah pulang sendiri-sendiri. Saya berombongan bareng Om Agus, Om Toto, dan Pak Dudi, serta Om Dodo dan Om Bandi agak di belakang. Mudah-mudahan rombongan yang masih di belakang dapat segera sampai pula ke rumah masing-masing.

Demikianlah para goweser, perjalanan kali ini terasa memuaskan. Tripmenter menunjukkan jarak 40-an km. Tidak terlalu jauh tetapi terasa melelahkan karena kontur medan yang naik-turun bukit dan karakteristik tanah yang licin dan berlumpur. Semoga kita tetap diberi kesehatan oleh yang Mahakuasa. Wassalam.

4 comments:

mars said...

Ada insiden kecil di tikungan terakhir sebelum Kali Banten....om Dodo Cozmic sempat kehilangan kendali dan hampir masuk jurang.....
Beruntung ga fatal, cuma lecet" kecil terkena duri....
Laen kali hati-hati om dan juga yG laen...

fLash said...

oh ya? di sebelah kiri kita memang jurang tuh. Titi Dj semwa!

Anonymous said...

Lagi...lagi...lagi...

CoKlat@Chelski said...

Akhirnya nyebarang kali banten juga.....

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons