Monday, August 02, 2010

PULAU BURUNG, EDISI KE SEKIAN

Assalamualaykum Wr. Wb.
Bagaimana kabar goweser semua? Mudah-mudahan kita semua tetap diberi kesehatan oleh Allah SWT. Kita pun harus selalu mensyukuri dengan memeliharanya sebaik mungkin dengan cara berolah raga, seperti bersepeda.
Sebelumnya saya minta maaf apabila tulisan-tulisan saya selama ini terlalu lebay. Mungkin, karena semangat yang meletup-letup, membuat saya kurang kontrol diri. Terima kasih untuk alarmnya teman-teman. Sebaliknya, saya meminta juga kepada teman-teman SXC2 untuk ikut berpartisipasi memberikan liputan perjalanan. Tak lain dan tak bukan, supaya situs ini lebih variatif dan hidup, serta para pecinta situs ini tidak bosan.

PULAU BURUNG (EDISI KE SEKIAN)
Baiklah, sesuai kesepakatan kita, jadwal gowes kita adalah selang-seling antara hari Sabtu dan Ahad. Sabtu untuk trek yang agak berat dan Ahad untuk yang ringan-ringan saja. Nah, Hari Minggu 1 Agustus 2010 kemarin, kami berencana mengunjungi Pulau Burung. Sudah tak asing lagi karena kami telah beberapa kali mengunjungi cagar alam ini. Silakan baca Pulau Dua alias Pulau Burung, Sang Perawan dan Pulau Burung alias Pulau Nyamuk.
Meeting point seperti biasa di halaman KPP Pratama Serang dan tepat pukul 7, rombongan melakukan start. Ada Om Yopie yang kali ini menggantikan Om Kus sebagai petugas medis, ada Om Agus, Om Ras, Om Tsauban, Om Maulana, Pak Dudi, Mbah Darno, Pak Asep, Teh Ai, Om Anas, dan tiga goweser baru yang tampaknya masih menjajaki gabung dengan kami. Silakan perkenalkan diri di sini. Saya sendiri karena kesiangan, langsung melakukan flying start dan bergabung dengan teman-teman yang sudah start duluan. Om Chiem baru bergabung di pertengahan jalan. Pak Ai malah gowes sendirian menyusul ke lokasi. Sebaliknya dengan Teh Ai yang harus balik ke rumah karena urusan keluarga.
Beberapa anggota urung gowes karena Sabtu sebelumnya harus ke Rumah Hutan, Cidampit, untuk survei dalam rangka kunjungan teman-teman Robek dari Bekasi minggu depan insya Allah.
Tidak banyak beda antara perjalanan kami kali ini dibandingkan sebelumnya, kecuali lapisan jalan yang baru saja diberi hotmix tipis. Walaupun baru, sepertinya kekuatannya hanya untuk beberapa bulan, tapi tetap harus disyukuri ya….
Hari Sabtu sampai Sabtu malam sebetulnya ada kegiatan penanaman pohon bakau di garis pantai Pulau Burung yang dilakukan oleh Komppa, sebuah komunitas pegawai pecinta alam (?) yang salah satu anggotanya adalah Kang Ola. Kami pun berencana bergabung dengan mereka pada Hari Minggu ini. Namun sayang, setibanya kami di sana pukul 8, ternyata rombongan yang semula akan bubar siang hari, ternyata memercepat jadwalnya. Jadilah kita batal bergabung dan hanya ketemu dengan Kang Ola, dan tentu saja Abah Madsai, jagawana di sini.
Om Pri kemudian menyusul dengan kedua anaknya, menggunakan, jangan kaget ya, Bajaj. Alih-alih gowes dengan sepeda, dia malah pakai Bajaj. Jangan membayangkan Bajaj warna oranye, bermesin 2-tak, bersuara bising, dan beroda tiga, teman-teman. Bajajnya Om Pri beroda dua koq hahaha….
Tidak banyak nyamuk mengitari dan menyerang kami kali ini, dibandingkan perjalanan kami terakhir ke sini. Beberapa goweser mencoba naik ke atas menara pandang berusaha melihat burung-burung, padahal di bawah pun terlihat burung-burung itu. Beberapa lagi mencoba menyusuri jalan setapak di bibir pantai ke arah barat sejauh sekitar 800 m, sampai ke reruntuhan rumah tua bekas markas jagawana sebelumya. Pak Dudi tampak bersemangat dan kelebihan energi. Sepanjang perjalanan, sayup-sayup terdengar suaranya menyanyikan potongan bait Keong Racun, “Sorry, sorry, sorry Jack….”
Setelah selesai, kami kembali ke Serang sekitar pukul 10. Masih pagi tapi sinar matari sangat terik kali ini. Di sepanjang Jalan Raya Banten, banyak bus peziarah berplat nomor asing, seperti G, H, AA, F yang menuju Banten lama membuat macet. Plat B sih, sudah tak terhitung. Bahkan, di depan gerbang makam Panembahan Sultan Maulana Yusuf, saking macetnya, sepeda pun harus antri menerobos kemacetan. Mungkin karena mau puasa, orang-orang melakukan ziarah.
Di belakang, Pak Dudi setia dikawal oleh Om Agus sampai, katanya, dia mau mampir dulu ke rumah temannya. Ya sudah, kami tinggal. Titi DJ, Pak! Jadi ingat, sepulangnya mengikuti fun bike Disbudpar di Cilegon dulu, saya juga di belakang bareng beliau. Sampai Legok, dia juga bilang mau mampir dulu ke rumah temannya hehehe….. Sorry....Sorry....Sorry...., Jack...
Rombongan goweser yang menuju barat, mengambil arah Kelapa Dua supaya bisa menghemat jarak. Lumayan, sudah sampai rumah sebelum pukul 11. PC dong kita, alias Pulang Cepat.

AYO GABUNG
Demikianlah. Trek perjalanan kali ini berkontur datar dan tidak terlalu jauh. Jadi, bagi teman-teman yang mau bergabung dengan kami, tidak usah takut akan trek-trek yang menyeramkan. Setiap dua minggu sekali, kami mengeksplorasi trek yang tidak terlalu sulit yang cocok untuk teman-teman yang baru gowes. Selain bersepeda, kita pun bisa berwisata dan berorganisasi. Dus, ayo bergabung bersama kami!
Alhamdulillah.

8 comments:

fLash said...

Om Pri, Bajaj Pasti Berlalu hehehe....

Dodo Chupeet said...

Bajaj..nya pasti lebay deeeeh... lebih lebay dari scooter-ku.. kck..kik..k

astroz3 said...

Semoga para goweser yang baru akan selalu bersama kita... jangan takut bapak-bapak... kita bersepeda untuk kesehatan lahir dan batin...bukan menyiksa fisik... selamat bergabung di edisi2 berikutnya..

CoKlat@Chelski said...

Minggu untuk menjadi agenda tetap...nggowes santai..
Pa' Dudi kapan2 saya ikut ke rumah temen p dudi ya...

Anonymous said...

mas bro cara gabungnya gmana sih?

admin said...

silakan gabung disini atau lewat facebook di serang cross country community...
Klo mau join langsung lihat agenda sepedaan
Sementara utk bulan puasa belum terjadwal...

aditya seven gustaman said...

om.. punya file GPX nya gak? thanks

omars said...

@om aditya
file gpx tentunya ada om

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons