Monday, November 29, 2010

Gowes Bareng Kapolda Banten

Assalamualaykum goweser semua!
Alhamdulillah, semoga kita selalu diberikan kesehatan jiwa dan raga oleh Allah SWT.
Goweser, hari Sabtu tanggal 27 November 2010 kemarin, kami berpartisipasi dalam gowes bareng Kapolda Banten ke Rumah Hutan (RH) di Cidampit. Acara ini diprakarsai oleh Banten Bhayangkara Cycle Club atau BBCC dengan melibatkan seluruh jajaran kepolisian se-Polda Banten, Polres-Polres, dan beberapa komunitas sepeda, termasuk Serang Cross Country community (SXC2). Tujuannya untuk pengumpulan dana bantuan untuk korban bencana di Wasior, Mentawai, dan Merapi.
Start mengambil tempat di halaman rumah dinas Kapolda menjelang pukul 7 pagi. Udara pagi itu sangat cerah setelah hari sebelumnya turun hujan cukup deras. Walau begitu, dapat dibayangkan kondisi trek di Cidampit yang becek dan licin. Namun, hal ini tidak mengurangi antusias para peserta.

Tidak banyak anggota SXC2 yang ikut kali ini. Hanya ada Om Agus, Om Didit,





Om Ai, Om Darno, Omiyan, Indra, Om Andri, Om Ras, Om Toto, Om Yopie, Om Tsauban, Om Bandi, Om Dudi, Om Dodo, dan saya sendiri. Om Chupeet melakukan flying start di perempatan Lontar-Brimob. Oh ya, Om Bandi merupakan tamu kehormatan dari Palembang yang penasaran ingin gowes gabung kami lagi. Selamat datang kembali, Om.
Uniknya, banyak goweser SXC2 urung menyelesaikan perjalanan kali ini. Om Dodo hanya sampai Lontar-Brimob saja karena besoknya akan mengikuti lomba enduro di Trek Gunung Pinang (TGP) bersama Om Pri, Om Opik.g, dan Vito. Om Tsauban harus putar balik di Taktakan karena ban sepedanya kembali bocor setelah kejadian serupa menimpanya dua minggu lalu di Kramatwatu. Om Darno putar balik di Kantor Kecamatan Taktakan karena katanya “my body is not delicious” alias tidak enak badan hehehe… Om Yopie hanya sampai Desa Pereng karena harus dinas ke Jakarta.
Di Desa Pereng ini, bergabung Om Chupeet yang tiba belakangan dengan semangat dan tunggangan barunya hehehe…. Ketemu juga dua sejoli Om Pri dan Om Opik.g yang sedang berlatih dan memersiapkan lomba besoknya.
Om Ras dan Om Andri memutuskan akan lewat Desa Bojong mengambil jalan pintas ke RH. Saya berada di rombongan terakhir sambil mengawal Om Chupeet. Namun, baru beberapa kilometer kami lalui, tampaknya Om Chupeet harus lewat Desa Bojong juga karena kondisi trek sangat berat, licin, dan becek mengingat kondisi pahanya yang belum fit benar. Yo wis, akhirnya kami putar balik. Akibat ini pula, laporan perjalanan ini tidak mencakup kejadian di dalam hutan karena saya harus mengawal Om Chupeet hehehe……
Di Desa Bojong, ternyata giliran ban sepeda Om Andri yang bocor. Dibantu oleh Om Jimmy dari Kossera. Setelah beres, kami menuju RH yang sudah dekat hehehe…..
Sepertinya rombongan terdepan belum sampai ketika kami tiba di RH. Kami pun menikmati rebus-rebusan yang telah disediakan oleh panitia. Pisang, kacang, jagung, telor, dan lainnya. Karena banyaknya telor rebus, teman-teman ada yang makan sampai 5 buah. Beuh….. Siapa tuh? Ayo ngaku ….
Omiyan dan Indra yang menjadi tim penyapu kali ini harus mengawal beberapa anggota wanita BBCC di belakang. Sangat pelan karena beratnya medan menyulitkan mereka. Akibatnya, mereka terlambat tiba di RH, dan sayang sudah tidak kebagian nasi kotak. Alhasil, mie rebus pun jadilah. Sepertinya jumlah peserta yang membludak kurang diantisipasi oleh panitia. Sebelum makan berat dibagikan, Om Agus harus gowes duluan ke Serang karena ada acara lain. Katanya, saat itu sedang panas-panasnya di jalanan.
Setelah acara beres, kami kembali ke Serang melalui Desa Bojong kemudian ke Cilowong untuk menikmati bonus turunan. Jalan berbatu yang menanjak menuju Cilowong cukup merepotkan beberapa goweser yang sudah kecapekan. Beberapa rombongan bahkan sudah menaikkan sepeda-sepeda mereka ke atas truk.
Dari warung Cilowong, kami siap-siap gowes ke Serang, bergabung dengan Pak Yudi yang sudah lama tidak bergabung karena kesibukan beliau. Sambil membelah derasnya hujan dan angin dengan jarak pandang hanya sekitar 50 m, kami menikmati turunan Cilowong dengan nyaman. Genangan air dan curah hujan yang deras ikut membantu membersihkan sepeda-sepeda kami yang sebelumnya dipenuhi lumpur. Jadi tidak perlu cuci steam.
Sambil berhujan ria, saya dan Om Chupeet menunggu rombongan SXC2 terakhir, Om Bandi dan Om Dudi. Setelah mereka semua finish, barulah kami kembali ke rumah, dan tiba menjelang pukul 13, dengan basah kuyup tapi puas.

6 comments:

CoKlat@Chelski said...

Kita tunggu episode tanggal 04 desember 2010

Anonymous said...

selalu ada episode berikutnya, selalu tetap kompak

chiem

--mars-- said...

Kesian Omiyan ma mas Indra ga kebagian maksi...
Salut tuk kesetiakawanan kalian berdua.

fLash said...

Bener Om Mars. Walau tidak diperintahkan menjadi sweeper, mereka tetap semangat men-sweeper-i goweser lain di belakang...

Om Chiem,,,,,, We all miss you!

Anonymous said...

bagian dari sebuah komunitas tidak hanya sekedar jalan tapi bisa saling membantu yang lain walau tidak saling kenal awalnya tapi karena disamakan oleh sama-sama penyuka hobi maka tanpa komando pun seharusnya seorang goweser bisa membantu mereka yang ketinggalan

regards

fLash said...

Setuju sekali, Om Anonymous. Terima kasih atas komennya. Salut untuk teman2 semua.

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons