Tuesday, November 16, 2010

Gowes Itu Cuma Butuh Niat Dan Dengkul

Menjadi goweser itu gampang-gampang susah tapi kalau dasar niat kita cuman buat gowes dan mencari keringat berarti kegiatan tersebut bisa dikategorikan gampang dilakukan baik dari niat itu sendiri maupun budget yang dianggarkan biasanya tidak terlalu mahal, jadi sepeda apapun yang dipakai sudah pasti kegiatan gowes akan jalan terus.

Perkembangan (kemajuan) terknologi belakangan ini ternyata menghinggapi kegiatan bersepeda dan efeknya menjalar ke para pengguna sepeda tersebut, mulai dari design sepeda (frame), peralatan/perlengkapan sepeda termasuk buat kostum para goweser.

Jika kita simak goweser sekarang bisa dikategorikan 3 jenis goweser, (ini versi saya lho) kenapa saya kategorikan seperti itu hal ini didasarkan dari rutinitas kegiatannya.

Yuk kita bahas satu persatu.

1. Goweser Idealis, buat jaman sekarang yang disebut goweser idealis sudah sangat jarang, kalaupun ada bisa diitung dengan jari. Maksud dari Goweser Idealis adalah mereka melakukan kegiatan bersepeda tanpa pandang bulu kondisi sepeda yang mereka pakai yang penting buat mereka mencari keringat dan sebagai aktifitas rutin setiap hari libur.

Biasanya trek goweser type ini lebih ke jalanan kota dengan jarak yang tidak begitu jauh.

2. Goweser Fashion, ini adalah jenis goweser yang terus mengikuti zaman atau perkembangan dari sepeda tersebut jadi ketika ada produk baru secara otomatis mereka mengganti sepedanya baik dari frame atau teknologi yang mengikutinya.

Sayangnya kegiatan goweser type satu ini bisa diitung dengan jari, jarang sekali kalaupun ngegowes paling banter sebulan sekali.

3. Goweser Ideshion (Gado-gado), type ketiga ini sekarang menjamur dimana-mana artinya mereka adalah perpaduan dari jenis Goweser Idealis dan Fashion, jadi disatu sisi mereka tetap rutin bersepeda (sabtu atau minggu atau hari libur) tapi mereka memperhatikan perkembangan teknologi sepeda tersebut. Karena bukan sekedar untuk fashion semata tapi demi rasa nyaman yang diharapkan.

Terutama ketika trek yang mereka lalui membutuhkan spesifikasi sepeda yang benar-benar cocok dengan medan yang dilalui, misalkan untuk XC, AM, DJ atau DH.

Dengan begitu adanya pemisahan jenis trek sudah pasti jenis sepedapun akan berbeda pula walau terkadang untuk trek XC dan AM masih bisa dilalui oleh salah satu jenis sepeda tersebut.

Terlepas dari ketiga type goweser tersebut yang terpenting adalah NIAT awal kita bersepeda yaitu berolahraga sehingga nantinya kegiatan tersebut benar-benar memberikan efek yang positif baik buat kesehatan dan kantong pula plus dengkul jangan lupa untuk selalu diupgrade dengan cara olah raga itu tadi.

Tapi jika budget anda memadai kenapa tidak.....meng-upgrade sepeda guna kenyamanan itu penting lho!.

Salam. (Omy)

4 comments:

Anonymous said...

Istilah Ideshion keren juga nih baru denger lagi tapi emang bener kok sekarang banyak type seperti itu toh ini malah lebih baik karena kegiatan sepeda sekarang dari awal cuman buat nyari keringat malah sekaran terkesan menjadi petualangan

fLash said...

Kalau saya cenderung niatnya lebih banyak ke petualangan dibandingkan olah raga hehehe..... mengunjungi tempat-tempat yang tidak mungkin dikunjungi dan hanya dengan sepeda saya jadi tahu.... mengagumi ciptaan Allah SWT,,,, refreshing malah...

CoKlat@Chelski said...

Goweser Warungan....,tiap ada warung selalu istirahat...hehehe....

Omiyan said...

kalau XC emang warungan alias GMG.....GOwes MAngan sama perut GENdut ...kakakka

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons