Tuesday, August 23, 2011

NR TO BANTEN

Assalamualaykum goweser semua. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Apalagi di bulan ramadan ini, semoga kita selalu diberi kesehatan sehingga dapat menyelesaikan saum sampai akhir nanti.

Hari Sabtu tanggal 13 Agutus 2011 kemarin, SXC2 melakukan gowes malam atau biasa disebut NR (night riding). Treknya tidak terlalu jauh, hanya berencana mengunjungi kawasan Banten Lama saja via Sawah Luhur. Kalau para jagoan MTB lain, sudah pasti keluar-masuk hutan, bermalam di jalan, dan diakhiri dengan sahur bersama. Sementara, anggota SXC2 adalah bapak-bapak mulia yang tidak tega meninggalkan keluarganya berlama-lama sendirian di rumah hehehe..... Tidak apa, minimal sensasi gowes malamnya masih dapat.
Tidak banyak goweser yang akan ikut gowes, hanya 13 orang saja. Ada Om Dono, Agus, Mars, Yusman, Yopie, Iyan, Didit, Vito, Boni, Hendra, Supri, Dodo Cozmix, dan saya sendiri. Tetap semangat. Setidaknya, angkanya cocok dengan tanggalnya hehehe... Om Maul sendiri yang dikira akan gabung, ternyata cuma ke alun-alun untuk cari bekal untuk sahur besoknya.
Titik kumpul kali ini di Alun-Alun utara, persis di depan Kantor Bupati Serang, yang ternyata saya baru tahu kalau di depan papan plang-nya ada meriam mini. Sisa-sisa perjuangan angkatan 45 atau bukan ya? Pukul 21 malam saat itu, alun-alun ternyata sangat meriah berkelap-kelip. Bukan hanya oleh kami, tapi juga komunitas onthel dan fixie. Belum lagi komunitas nonsepeda, seperti motor vespa dan motor mahal lain; serta komunitas mojok alias nongkrong.
Serang ramai dan macet, walau hanya berpusat di sekitar alun-alun saja. Selepas Sumur Pecung mengarah ke Ciceri, jalanan baru normal. Kelap-kelip lampu sepeda yang diselingi suara bel yang saling bersahutan ikut memeriahkan suasana malam itu.
Memasuki jalan aspal yang diapit pesawahan menuju Sawah Luhur, hanya gelap di kanan kiri yang menemani kami. Tampak beberapa kerlip lampu di kejauhan seperti kunang-kunang. Lampu penerangan jalan berwarna kuning terjajar rapi, hanya sayang cahayanya sangat minim, tidak begitu membantu sinar lampu dari sepeda-sepeda kami. Gowes secara konvoi adalah salah satu solusi untuk penerangan. Di sepanjang jalan, jutaan serangga kecil yang biasa berkumpul dekat sumber cahaya cukup membuat repot karena menempel di baju dan badan kami. Bahkan, salah satu toko kelontong modern yang merambah sampai ke desa-desa, harus tutup karena teras depannya diserang kawanan ini. Kata Vito, hewan ini namanya lembing. Maka, kami lempar-lemparkan itu lembing. Mungkin inilah salah satu asal muasal nama olah raga lempar lembing hahaha....
Tiba di pertigaan Kasemen, Om Dono dan Om Yusman harus berpisah dengan rombongan dan segera kembali ke Serang karena alasan keluarga. Sisanya, 11 orang, melanjutkan gowes ke kawasan Banten Lama. Tiba sekitar pukul 23, kami langsung menuju alun-alun dekat masjid agung Banten. Di sana, sudah ada komunitas goweser lain dari Cilegon. Hanya foto-foto sebentar di lapangan dan di bawah menara, kami lanjutkan perjalanan karena perut keroncongan rek! Mungkin karena hawa dingin dan gowes yang lumayan membakar kalori.
Walaupun sepi, posisi dan bentuk warung-warung dan kaki lima yang tidak teratur menunjukkan kawasan ini belum diurus secara serius oleh pemerintah. Kata orang Serang mah, kumuh geh. Padahal tempat ini sering dikunjungi orang-orang untuk berwisata dan berziarah. Biarin deh, lewat....
Perjalanan pulang melewati Jalan Raya Banten, Kasemen. Para pekerja pengolahan kayu berisitirahat sambil nongkrong di warung-warung kopi sepanjang jalan. Sementara, aktivitas pengiriman kayu dari berbagai tempat terus berlangsung sampai larut. Kami yang lewat menjadi tontonan mereka.
Menjelang pukul 24, kami tiba kembali di alun-alun Serang dan langsung menuju sego kucing yang stok makanannya sudah mulai menipis. Sangat ramai di angkringan kala itu. Saya sendiri buru-buru langsung pulang, bukan karena takut berubah seperti Cinderalla, tapi mengejar nonton pertandingan sepakbola yang ternyata membosankan. Goweser lain menikmati santapan di sana sampai sekitar pukul 1 keesokan harinya.
Saya intip statistik GPS gratisan menerangkan jarak tempuh kali ini sekitar 30km, waktu tempuh 1jam: 57menit, kecepatan maksimum 22,1km/jam, kecepatan rata-rata 15km/jam, ketinggian min-max 13m-58m, kalori terbakar 1438kcal, makan di angkringan 2000kcal (barangkali, makanya perut gak kempes-kempes.)

3 comments:

fLash said...

Ada yg gak pake jersey go-green. Siapa tuh??

mars said...

calon anggota baru kali om

Anonymous said...

semakin lengang ne room

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons