Wednesday, November 02, 2011

GOWES NAPAK TILAS


Gowes Sabtu tanggal 29 Oktober 2011 kali ini sebenarnya tidak terlalu ramai, hanya ada 5 Sekawan yang siap. Ada Om Don, Om Yopie, Omiyan, Vito, dan saya sendiri. Alhamdulillah, saya ditemani para jagoan.

Om Don yang sebenarnya siap ber-fixie-ria karena tanjakan pun tetap dengan gir kecil di belakang. Vito adalah atlet kita yang sudah turun di beberapa kejuaraan lokal maupun interlokal (emang sambungan telepon) HªhªhªHªhªhª.™ . Omiyan badannya ringan, jadi gowes-nya cepat pula. Om Yopie, siapa yang tidak kenal beliau. Pemegang kaos polkadot alias raja tanjakan, telah bersepeda selama lebih dari 20 tahun. Mantap semuanya!
Ketidak-banyakan goweser kali ini karena selain banyaknya anggota yang sudah purnatugas, hari Minggu esoknya, tim kecil kita akan bergabung dengan KJS alias Koskas Jaksel untuk survei ke Rumah Hutan.
Setiap goweser pasti memiliki trek favorit. Om Mars, misalnya, karena senang 'asruk-asrukan', pasti nyaman gowes di jalanan trek tunggal. Om Yopie karena pemegang kaos polkadot, pasti menyenangi trek tanjakan. Saya sih, menyenangi trek turunan HªhªhªHªhªhª.™ . Nah, karena kali ini Om Yopie yang memilih trek, pasti kami dibawa ke trek yang sebagian besar adalah TANJAKAN! Beliau menyebutnya Trek Napak Tilas, yaitu mengarah ke Kp. Sindang Mandi di Baros. Hmm.....
Start dari titik kumpul di KPP Serang dilanjutkan ke Cipocok, terus Curug, dan memasuki jalan berbatu menuju Baros. Omiyan sampai takjub bagaimana Om Yopie bisa menemukan ja...., bukan jalan tapi janda seperti ini hehehe.... Banyak kebun didominasi pohon kayu albasiah. Alhamdulillah segar. Tiba di perempatan Pasar Baros sekitar satu jam setelah start tadi pukul 7.30.
Menuju Kp. Sindang Mandi pasti disuguhi tanjakan. Masih ingat perjalanan kami dari Sindang Mandi menuju Baros (arah sebaliknya)? Para goweser memacu sepedanya karena turunan yang panjang. Sekarang koq dibalik, hadeuh..... Tapi tak apalah, prinsip saya 'pelan tapi pasti.' Saya juga terhibur oleh pemandangan Gunung Karang sebagai latar belakang, padi di sawah yang mulai menguning, suara gemericik air, udara yang bersih, sapa ramah penduduk, kehebohan anak-anak sekolah menonton kami, semuanya membuat lupa akan beratnya tanjakan. Tips dari Om Don untuk melahap tanjakan ialah kita harus ikhlas. Perasaan saya sudah iklhas, tapi tetap saja berat melaluinya HªhªhªHªhªhª.™ .
Panjang tanjakan, pendek cerita, sampailah kami di Kp. Sindang Mandi. Sambil menikmati suguhan teh manis, anak-anak madrasah di sini mengikuti coaching clinic yang dilakukan Om Don. Semuanya tertarik. Lihat saja fotonya hehehe....

Akhirnya, tepat pukul 10, perjalanan kami lanjutkan menuju Kp. Paleuh. Alhamdulillah jalanan tinggal turunan saja. Walau kita tidak bisa memacu sepeda sepenuhnya karena kerusakan di sana-sini, cukup mengobati penat karena tanjakan tadi. Lunas! Melewati Jalan Palka yang berdebu sebentar saja, kami terus memotong jalan menuju Karundang, dan langsung menuju rumah masing-masing.
Demikianlah, sekitar pukul 11, semua sudah bisa rehat di rumah masing-masing setelah melahap 40,6 km dan mencium bau kambing di sepanjang jalan, maklum sebentar lagi Idul Adha!

3 comments:

Anonymous said...

Alhamdulillah.... nambah lagi cerita, yang penting kegiatan gowes tetap berjalan Om. Amin. Yopie.

[mars] said...

yang pengen sehat dah mulai dikit...
smoga yg laen tetap sehat lah...
msh banyakan yg nonton drpd yg pengen sehat...

bungaliani said...

lanjuuuttttt

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons