Perjalanan dimulai di titik kumpul seperti biasa jika dilakukan sebuah event, yaitu di halaman KPP Pratama Serang. Kami akan bagi perjalanan kali ini menjadi empat etappe. Etappe pertama adalah tikum sampai dengan Pelabuhan Bakau Heni. Direncanakan akan dilakukan pitstop di homebase-nya Om Opik di Gerem.
Peserta yang akan ikut menyeberangi Selat Sunda adalah Om Agus, Om Didit, Om Mars, dan saya, Flash, ditambah Om Opik dan Om Pri yang sudah menunggu di Gerem, ditemani oleh Om Johan dengan skutiknya yang akan bertugas sebagai tim pengawal sampai ke tujuan. Kami juga ditemani tim bravo yang akan mengawal kami sampai Desa Gerem yang terdiri dari Om Dono, Om Agung, Om Dodo Cosmix, Vito dan dua kompatriotnya dari Untirta. Maaf saya lupa namanya (Vit, tolong kenalkan mereka di kolom komentar di bawah.) Di Gerem, sudah menunggu
Tidak ada masalah dengan enduro kami untuk menuju pitstop pertama . Tim pengawal malah lebih bersemangat dan menjadi voor ryder. Tak apalah, tim utama harus menghemat tenaga karena jalan masih sangat panjang sampai ke tujuan: Kalianda!
Di Gerem, Om Opik menjamu kami ubi berwarna ungu, lontong, dan teman-temannya. Tentu saja tidak ketinggalan teh manis yang bisa menambah energi kami. Terima kasih, Om Opik. Oh ya, setelah dicerna, ubi ini ternyata berfungsi menjadikan sepeda-sepeda kami ibarat memakai NOS. Hanya outcome-nya sedikit berbeda. Bukannya gowesan tambah kencang, malah tambah beraroma tak sedap bagi goweser di belakangnya.
Kami tiba di Pelabuhan Merak pukul 9 lewat beberapa menit. Jarak tempuh menunjukkan angka sekitar 32 km dengan waktu tempuh sekitar 1:50 menit. Berarti kecepatan rata-rata kami mencapai 17,78 km/jam. Seperti kita ketahui, jalur etappe ini adalah jalan raya berlapis hotmix mulus yang cenderung datar.
Pada waktu membeli tiket masuk kapal di pelabuhan Merak, para petugas seperti kebingungan menghitung tarif untuk sepeda. Mungkin karena sangat jarang ada sepeda nekat naik ke atas kapal. Untuk gampangnya, kami dikenakan ongkos satu motor untuk tiga sepeda, yaitu Rp32.500. Okelah kalo begitu. Kami pun segera memarkir sepeda-sepeda kami di dalam kapal roro yang kali ini adalah KMP Gelis Rauh.
Ombak sangat tenang. Suasana kapal pun tidak terlalu ramai. Sangat kontras pasti bila dibandingkan setiap menjelang lebaran. Terbayang kepadatan para pemudik di kapal yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera ini. Mudah-mudahan petugas ASDP tetap disiplin menjaga daya muat kapal supaya tidak kelebihan penumpang. Yang sama, mungkin aktifitas pemuda-pemuda lokal yang melompat dari atas kapal untuk menangkap uang koin yang dilemparkan oleh para penumpang ke laut.
Perjalanan menggunakan feri menuju Pelabuhan Bakau Heni, Lampung berjarak sekitar 24 km dan memakan waktu sekitar 2,5 jam. Kami isi kegiatan di kapal dengan mendokumentasikan perjalanan, termasuk 4 jagoan neon bergaya di atas anjungan. Untung tidak dimarahi nahkoda. Sementara, satu anggota menghilang entah kemana. Om Opik yang paling genit. Walau kelihatannya seperti galak, ternyata hatinya seperti Cherri Bell.
Tiba di Pelabuhan Bakau Heni, jam menunjukkan pukul 11.30. Kami disambut dengan bukit-bukit yang berbaris rapi dan Menara Siger dengan warna kuning emasnya yang khas dan menjadi landmark di sini. Mereka seperti menantang para goweser ‘gila’ untuk menaklukkannya. Menara ini juga menjadi tanda titik nol kilometer Pulau Sumatera di sebelah selatan.
10:51 PM
fLash


Posted in:




11 comments:
Pengalaman baru yg sangat mengesankan.
sangat mengesankan dan memesona
bagus..bagus..cumen menghilang....hehehehehe
om pri mah penyesuaian antara darat dan laut
Wah wartawannya gak ke absen ya....
selamat dan sukses.
mohon maaf perjalanan ini pun tidak bisa gabung...
Mantap...Jauh jg ya serang Merak 32 Km...ditambah asupan asap yg terisap...
Om Yopie...makanya klo ke Tikum pakai Jersey biar masuk data penulisnya...but tks udah foto2 rombongan...
haduh,, hapunten Om Yopie.... Pengumuman-pengumuman: Foto nomor satu di atas diambil gambarnya oleh Om Yopie yang waktu itu tidak memakai jersi dan bersendal jepit, jadinya saya lupa hehehe....
kapan2 kita gowes nyebrang pulau antar negara...australia yuk !!?
kapan??? iurannya berapa ya...250k cukup nggak...
cukup, Om, tapi AUD, hehehe...
Post a Comment