Tuesday, January 31, 2012

EXPEDISI GOWES MENGITAR GUNUNG RAJABASA ETAPPE IV (TERAKHIR): PANTAI BAGUS-PELABUHAN BAKAU HENI

Alhamdulillah, setelah semuanya beres, perjalanan etappe terakhir kami lanjutkan menuju Bakau Heni. Trek yang akan kami lalui adalah murni menyusuri Jalinsum, alih-alih melalui Jalan Lingkar Rajabasa lagi. Pertimbangannya adalah jarak yang lebih pendek walaupun dengan risiko gangguan dari kendaraan-kendaraan besar. Solusinya sama, kita tetap harus ekstrahati-hati dan berdoa semoga diberi keselamatan sampai tujuan. Gowes dilakukan konvoi satu per satu mengikuti garis pembatas bahu jalan.

Cuaca siang itu sangat panas. Apalagi selepas Kalianda, kami kembali memasuki jalur roller coaster. Naik-turun tiada henti. Meladeni tanjakan, diperlukan kesabaran ekstra dan tetap fokus. Di sekitar Gardu Induk PLN Kalianda, rasanya kepenatan sudah memuncak. Ngaso dulu lah di bawah pohon. Di sebelah selatan tampak Gunung Rajabasa yang sudah kami itari sejak kemarin. Jalinsum ini terletak sejajar dengan Jalan Keliling Rajabasa yang tidak menyusuri pantai. Di perempatan Simpang Palas, kami berhenti kembali untuk mengisi perbekalan, terutama air minum, untuk mencegah dehidrasi.
Menjelang dzuhur, kembali kami berisoma di Krakatau Rest Area. Kali ini rehat agak lama karena kondisi kami sangat penat mengingat tanjakan yang dilewati dan panasnya cuaca. Bahkan, sampai ada yang ngorok, tidak sadar diperhatikan rombongan dua bus ABG putri yang solat di masjid yang sama, hehehe. Makan siang di restoran padang yang kemarin. Om Didit yang menunggu jus pesanannya sampai mau pulang, belum juga dilayani. Tidak ada kemajuan. Karena tidak ada pilihan lain, kami makan juga di situ.
Menjelang pukul 14, perjalanan kami lanjutkan dan masih harus menghadapi tanjakan sepanjang 3 km yang fenomenal itu di Kp. Panengahan! Bismillah, prinsip kami alon-alon asal kelakon. Selama tanjakan ini, yang terpikir hanya kapan berakhirnya. Benar-benar menguji kesabaran dan ketahanan fisik. Saya sih seperti biasa jadi penutup jalan. Bahkan, sempat berhenti sejenak karena sudah tidak tahan di Kp. Hatta, ditemani Om Johan yang setia menemani.
Sehabis ini, tidak ada lagi tanjakan yang curam. Yang ada tinggal turunan menuju pelabuhan Bakau Heni. Turunan sejauh 2,5 km dari ketinggian 160 m ke 21 m cukup menghapus penderitaan selama tanjakan. Hati-hati saja dengan rem karena cukup banyak hambatan di sepanjang jalan!
Akhirnya, menjelang pukul 15.30 kami tiba di gerbang pelabuhan Bakau Heni tanpa kurang suatu apa pun. Tidak ada kerusakan badan maupun sepeda. Kembali para petugas tiket bingung menetapkan tarif buat sepeda. Dan seperti di Pelabuhan Merak, sesuai masukan kami, harga tiket 1 motor digunakan untuk 3 sepeda.
Senangnya bisa naik kapal lagi. Kali ini Jatra III. Sepertinya tua banget ini kapal. Langsung saja kami masuk ke ruang AC, merebahkan badan di kursi-kursi empuk sambil ditemani iringan organ tunggal. Lumayan untuk penyegaran kembali. Teman-teman foto-foto di geladak, saya lebih memilih meluruskan punggung saja.
Kapal berlayar dengan lancar. Tapi, menjelang pelabuhan Merak, kapal harus antri masuk ke dermaga karena bentuk kapal yang hanya bisa sandar ke dermaga I, katanya. Sementara, ombak tampaknya mulai ganas menggoyang-goyangkan kapal. Ngeri juga. Oh ya, dua hari kemudian, jalur penyeberangan Merak-Bakau Heni ini sempat ditutup karena kondisi ombak yang tidak memungkinkan.
Akhirnya, baru menjelang magrib kapal bisa sandar. Langsung saja kami ngebut ke homebase-nya Om Opik di Gerem. Sudah ingin cepat-cepat pulang. MR alias Magrib Riding ke Gerem!
Demikianlah, kami berpisah menuju rumah masing-masing. Mudah-mudahan bisa bergabung dalam ekspedisi selanjutnya.


6 comments:

fLash said...

Gunung Rajabasa itu telah kukelilingi!

mars said...

Menikmati sekali tuh tidurnya, sampai ngorok gitu

fLash said...

pantesan, malu ih,, dilihatin gadis ABG2 yg mau solat hehehe...

Chelski@CoKlat said...

liputannya ada yg kelupaan...karena om dida harus jaga tas...ada 3 goweser yg diam2 menikmati organ tunggal dangdut di geladak kapal...dan yag pasti ekspedisi kali ini bener2 fantastis...

fLash said...

maklum lagi ngangguk-ngangguk,,,,bukannya ngikutin lagu, tapi karena ngantuk, jadi gak inget... :D

mars said...

entah kesian atau takut tuh liat badan om opick yg segede gambreng, makanya kita tak ditarikin saweran

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons