Sunday, January 08, 2012

Sepeda Membawaku ke Rumah Hutan

Sabtu, 07 Januari 2012

Sudah menjadi kesepakatan bersama jika tikum beralih dari KPP Pratama Serang ke sisi selatan Alun-Alun Barat Serang (depan MY). Hari ini adalah hari pertama sepedaan di tahun 2012 bagi diriku, kupacu tungganganku menuju tikum, alamaaakkk, suepi sekali, aku pikir mungkin aku terlalu pagi dateng ke tikum. Iseng-iseng ku kirim pesan ke group whatsapp "sepedaan" dari droid ku. Beberapa pesan tulisan dan photo kukirim, namun tak satupun respon yang masuk. Aku pikir, mungkin friendsepedaan lagi pada kecapean, tidur lagi atau ada kesibukan lainnya. Atau karena ada yang salah yah, karena kebiasaan dikirim undangan sepedaan melalui SMS, FB, whatsapp "sepedaan", BB "sepedaan" atau partychat "sepedaan". Entah deh hanya mereka yang tahu.

Akhirnya 07:20 aku putuskan tuk gowes soliter ke Cibangkong atau ke Rumah Hutan. Bismillah... Cuaca hari ini sangat mendukung, sedikit mendung namun tidak terlalu dingin.
Aku ayun sepedaku ke arah jalan Takari, kebetulan gowes sendiri, jadi pengen coba trus gowes tanpa henti sampe tujuan, meski belum pasti ke Cibangkong atau Rumah Hutan, yang penting selamat. Pikir punya pikir, timbang sana timbang sini akhirnya ku tetapkan tujuan kali ini ke Rumah Hutan, karena takut keburu hujan.

Assyikk...Rumah Hutan, terbayang teh manis + mie instan, maklum belum sarapan nih. Hari ini trasa lebih rileks dan ringan menyusuri Takari.
Akhirnya ketemu juga sama goweser di awal pendakian Cilowong, tengah istirahat minum di warung, "yuk om duluan" aku sapa dia seraya melambaikan tangan, "sendiri om?" "iya sendiri" sahutnya. Saya lanjutkan pendakian Cilowong, huuhhfftt, aroma khas Cilowong trasa sangat menyengat hidung, apa karena aku sendiri, jadi smua aroma tak sedap bebas menerobos indra penciumanku, kalo biasanya kan aromanya berbagi sama goweser yang lain. Makin ku pacu selamanderku agar cepat terhindar aroma Cilowong, duh lega...terbebas juga akhirnya.

Terlihat di depan ada dua orang goweser tengah beristirahat, tapi kok ndak kenal lagi yah, tengah asyik menyiapkan sapaan hangat buat mereka tiba-tiba ada sepeda motor menyalipku dan gubrrraakkkk...#*.%/+@#«°#&*+ klontaaaaannggg .. ngoang .. ngoang, terlihat percikan bunga api akibat benturan dua sepeda motot yang berada tepat satu meter didepanku sepeda motor yang nyalip aku bersenggolan dengan sepeda motor dari arah Gunung Sari, dan mata gergaji mesin jatuh kira-kira 1,5 meter didepan ku. Jadi inget film Final Destination, bayangin aja...mata gergaji mesin itu melayang mendarat di leher ku dan putus....tus atau menancap dikepalaku, hii..ii mengerikan sekali. Untungnya kedua motor tak ada yang terjatuh, mungkin kalo jatuh aku juga jadi korban kecelakaan, mengingat jarak yang tramat dekat dengan ku. Alhamdulillah masih diberi perlindungan dan bukan final destination bagi kami bertiga. Terlihat dua orang goweser mendatangi sepeda motor yang kecelakaan tuk memastikan keadaannya, syukur tak ada luka yang berarti, cuma lecet ringan dijari akibat gesekan. Karena sudah ada yang nolongin, aku pun tak berhenti dan melanjutkan pendakian Cilowong, lagi kejar target nih, ada saja cobaan pagi ini. "Om duluan ya, maaf ndak brenti, tanggung nih", sapaku pada dua orang goweser yang berjalan menghampiri pengendara yang kecelakaan. "Ya om, ga papa", sahutnya.

Perjalanan saya lanjutkan, karena masih jauh, beberapa menit kemudian, saya disalip lagi oleh orang yang kecelakaan tadi, syukur deh, berarti smua selesai dengan baik-baik.

Setiba di Pereng, saya belok kiri menuju Bojong, wuii..ii jalannya udah mulus, kayaknya barusan selesai pengerasan, karena masih berpasir, musti hati-hati jika tak mau nyrosot akibat ban selip karena grid ban ga bisa gigit jalan. Lumayan juga meski pengerasan cuma 3 km selebihnya masih makadam sampe kampung Bojong, jadi kepikir, apa deal waktu pimilukada Banten cuma segitu kali yah??

Sampai di kampung Bojong langsung menuju Rumah Hutan melalui jalan muter lewat jembatan, sampai jembatan ga ada masalah yang berarti, namun di 500 meter terakhir cukup menguras tenaga, tanjakan lumayan terjal dan menjaga agar gigi depan tetap di level dua.
Akhirnya saya finish juga di Rumah Hutan tepat pukul 08:18. "Tampil amat pak (awal amat, maksudnya)", sapa ibu yang penghuni Rumah Hutan, "Iya bu, lagi pengen kesini sendiri (padahal ga ada temen, hikssss).
Kontan saja sekalian pesan teh anget + mie instan rebus. Maklum laper banget.

Duuh, udara segar sekali pagi ini nyaman, badan jadi segar dan fikiranpun lebih fresh. Rupanya siang ini Rumah Hutan akan kedatangan tamu dari komunitas sepeda salah satu provider telepon seluler yang dipandu oleh seram.

Sempat ngobrol dengan orang Rumah Hutan, kalo musim durian kira-kira tiga minggu lagi.Hayoo siapa yang pengen rasain legitnya durian Rumah Hutan, bisa diluangkan waktu tuk gowes kesini kira-kira tiga atau empat minggu lagi dari sekarang (minggu terakhir bulan Januari s.d. minggu pertama Februari).

Pagi ini bagi ku adalah rekor baru sampe di Rumah Hutan dalam waktu 58 menit dari tikum. Setelah cukup beristirahat dan mengambil beberapa photo, saya putuskan tuk balik ke Serang menikmati Cilowong.
Perjalanan kali ini berakhir jam 10:54 setiba di rumah, nah ini nih, sambutan anak dan istri yang heran, mengatakan, "kok udah sampe rumak pa?" Maklum juga sih, memang slama seringnya sampe rumah diatas jam 12:00. ckckckck

Oia, terakhir baru diketahui kalo Om Agung sempat ke tikum dan melihat saya sendirian di tikum, namun karena Om Agung tengah asyik sarapan, maka tak begitu menghiraukan namun saya malah ndak lihat kehadiran beliau, walhasil.. akhirnya om Agung juga gowes sendiri, kata beliau ke arah Pancur, Sayar, dan Tanjakan 45.

Sampai ketemu di sepedaan berikutnya, tentunya dengan pasukan yang lebih komplit, harapan tanggal 21-22 Januari 2012 kita jadi sepedaan ke Lampung...don't miss it.

3 comments:

chelski said...

maaf...nggak bisa nemeni gowes....masih byk kerjaan rumah....Lampung Insya Allah....

fLash said...

1. Life's a journey, not a destination (Aerosmith).
2. Sudut pengambilan Rumah Buku di Rumah Hutan, keren...
3. Hari Sabtu itu ternyata ada 3 gowes soliter ya, hahaha...
4. Gimana mau six-pack, gowesnya dikit, asupannya mie instant. Jadinya one-pack ya, hahaha.... (padahal sama)

sepedaan said...

- no problemo, goweso solitero
- lampung...siap, ditunggu
- just tryin' to consistent
- taman baca...mksh
- yg satu lg sapa om
- ga ada pilihan lain ( hemat...hiksss)

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons