Tuesday, March 27, 2012

DEMAM GOWES MELANDA SB1

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Setiabudi Satu (SB1) sedang dilanda demam. Bukan demam biasa, tidak berbahaya, malah sangat bermanfaat untuk kesehatan. Itulah demam gowes sepeda. Selama 2 bulan terakhir, goweser SB1, dengan Om Dono sebagai motivator dan mentor, sekaligus kompor hehehe….. , sudah berburu sepeda-sepeda dan perlengkapannya dan berlatih secara spartan di jalanan ibukota, walau sampai sekarang, saya belum mendapatkan konfirmasi apa nama organisasinya.

MENEMBUS TREK TUNGGAL CIDAMPIT KE RUMAH HUTAN

Tanggal lalu 25 Februari 2012, mereka sudah mengeksplor trek tunggal ke Villa Cidampit alias Rumah Hutan. Luar biasa. SXC2 sendiri sewaktu pertama kali “demam” harus beberapa kali beraklitimasi dengan trek tunggal di JPG Serang yang cenderung datar sebelum melahap trek Cidampit.
Digawangi Pak Heru, Pak Samsul, Om Faisal, dan Om Anto, beberapa goweser rombongan Pak Heru dari Serpong, dan 12 goweser SXC2, perjalanan dimulai dari halaman KPP Pratama Serang sekitar pukul 8.30. Agak siang karena beberapa goweser SB1 belum sempat sarapan. Betul Om, sarapan sangat penting untuk menambah tenaga. Jangan sampai kunang-kunang karena kekurangan asupan makanan. Tak kalah pentingnya adalah minuman yang dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko dehidrasi.
Di tanjakan Cilowong, saya ketemu Pak Samsul dan Om Anto. Katanya, susah banget mengikuti goweser yang sepedanya bercorak merah putih. Waduh Om, itu namanya Kang Ola. Dia memang punya otot kawat tulang besi dan termasuk kelompok langitan yang gak pernah pakai rem. Kami saja susah ngejar-ngejar dia, hahaha…. Dia akan berhenti kalau ada warung yang ada emak atau teteh manisnya saja. Mendingan bareng saya saja, sama-sama pelannya kalau tanjakan, hehehe….
Menjelang pukul 10, semua anggota rombongan tiba di Kp. Pereng setelah menempuh perjalanan sejauh sekitar 14 km dengan elevasi setinggi 197 m dari 43,4 m dpl ke 240,3 m (titik tertinggi). Rehat sebentar sambil ditemani gorengan, teh manis, dan mericin!
Melanjutkan perjalanan melahap trek tunggal Cidampit sejauh 5,8 km, sayang beribu sayang trek basah bekas hujan sehingga di beberapa titik, kami harus melalui kubangan dan kerusakan jalan bekas motor trail. Bagi yang kurang waspada, dipastikan terjerembab karena trek yang licin. Seat post lebih baik direndahkan untuk memudahkan kaki menahan keseimbangan. Kombinasi gowesan dan pengereman ban depan dan belakang harus diperhatikan! Tapi, tetap saja harus naik-turun sepeda karena akar-akar menghalangi ban-ban sepeda.
Menjelang tengah hari, rombongan tiba di Rumah Hutan. Namun, beberapa goweser harus melanjutkan perjalanan karena panggilan tugas ke luar kota, sehingga terpaksa pulang duluan. Yang tersisa pun, tidak berlama-lama di Rumah Hutan karena harus segera kembali ke Jakarta. Trek pulang yang dilalui adalah Kp. Bojong yang sudah mulai dilapisi aspal di beberapa bagian. Sayang tidak melewati trek Pancanagara dan menyeberangi Kali Banten. Padahal trek ke sana asyik juga, sekalian cuci sepeda di kali, hehehe…... Mungkin lain kali ya, Om.
Akhirnya, kami menikmati bonus turunan Cilowong saja. Lumayan menghapus kepenatan.

PERJALANAN MENUJU LUPIS CIBANGKONG
Hampir sebulan dari perjalanan ke Cidampit, Hari Jumat tanggal 23 Maret 2012 kemarin, kebetulan hari libur nasional, teman-teman goweser SB1 kembali ke Serang untuk menikmati lupis Cibangkong yang melegenda itu. Tidak tanggung-tanggung, beberapa goweser terpaksa, atau malahan ikhlas, untuk doktor alias mondok di kantor pada malam Jumatnya, demi mencapai Serang ketika embun masih basah! Semangat yang luar biasa. Kali ini yang hadir adalah Pak Heru yang berprinsip ing ngarso sung tolodo karena selalu berada di depan, Pak Samsul yang berprinsip sebaliknya, yaitu tut wuri handayani karena selalu mengalah disusul apabila sedang menanjak hehehe..... Tidak ketinggalan Om Andri, Om Faisal, Om Ari, Om Irwansyah, dan Om Sun’an.
Perjalanan dimulai pukul 8.10 dari titik kumpul di halaman KPP Pratama Serang. Matahari kala itu sudah menyengat. Memang pada hari itu dan beberapa hari setelahnya, matahari tepat berada pada garis khatulistiwa, sehingga panasnya poll. Namun demikian, tidak menjadi halangan buat kami ber-gowes-luhlang-ria ke Cibangkong.
Hanya beberapa saja goweser SXC2 yang sempat hadir, yaitu Om Dono, Om Mars, Om Yopie, Om Darno, Om Toto, Om Ai, Om Arif, Om Dodo, dan saya sendiri. Om Tsauban yang melakukan flying start di perempatan Brimob, kembali terpisah dari rombongan di perempatan dekat makam Ki Buntu dan langsung menuju Kp. Jakung, tanpa sempat mampir ke Cibangkong. Bukan karena pengaruh makam keramat itu kan, Om, jadi salah belok? Hehehe….
Selepas ****mart di Kp. Umbul Tengah, rombongan memasuki jalan makadam menuju Desa Telaga Luhur. Langsung kami dihadapkan pada tanjakan berbatu-batu di sana yang harus kami daki setinggi 88 m sejauh 2,79 km. Kunci menaklukkan tanjakan adalah jangan sampai telat memindahkan shifter pada saat naik. Tidak perlu terburu-buru ingin menaklukkannya. Gowes saja secara konstan dan yakin bisa menaklukkan tanjakannya. Posisi badan agak condong ke depan. Kalau perlu, pandangan menunduk saja supaya tanjakannya tidak tampak. Kalau ada orang yang tanya-tanya, gak usah dijawab deh kalo sedang nanjak, hehehe….. Pada saat turunan tajam, berat badan baiknya agak ke belakang dengan mengombinasikan rem depan dan belakang.
Sekitar pukul 10, kami sudah sampai ke warung Cibangkong, tempat peristirahatan para goweser di sekitar Serang-Cilegon yang biasanya ramai pada hari Sabtu-Minggu dan hari libur nasional. Hari itu sepi sekali, mungkin karena Jumat. Segera kami lahap kue lupis. Saking manisnya ‘kinca’ yang menjadi teman lupis, teh manis pun terasa tawar. Baru tahu kalau proses pembuatan lupis membutuhkan waktu sampai 12 jam. Beberapa goweser sampai membawa bekal lupis, beberapa lagi melakukan pemesanan ke rumah.
Sekitar pukul 10.30, karena mengejar solat Jumat, kami harus segera balik ke Serang. Tentunya harus melahap terlebih dahulu tanjakan sejauh 850 m setinggi 53 m. Hampir semua goweser lulus melewatinya, dengan gowes tentunya. Dari Kp. Umbul Tengah, tinggal turun saja menuju Serang. Cocok,,,, apalagi kami harus buru-buru untuk mengejar solat Jumat.
Demikianlah gowes singkat Jumat itu. Mudah-mudahan om-om dari SB1 tidak kapok mengeksplorasi Serang dan sekitarnya karena masih banyak trek yang menarik. Ada trek tunggal, makadam, jalanan aspal, bukit, curug atau air terjun, menyusur atau mendaki gunung, pantai, menyeberang pulau, dan lain-lain. Ditunggu, Om-Om!

Nih, bonus lupis Cibangkongnya!

8 comments:

omars said...

lupis...lupis...

fLash said...

makan lupis buru2 banget,,, kurang santai,,, karena harus segera balik untuk solat Jumat

omars said...

sayang banget...trek banyak yg rusak krn seringnya motor trail ke RH..Apa perlu kasih rambu jk speda motor ga boleh masuk ya...

astroz3 said...

Nice Posting mas... terima kasih. jangan bosen2 mengiring kita2 jalan ya mas...

fLash said...

Yuk, gowes kemenong lagi? Hehehe....

Ahm Ajza Ajz said...

Salam dari goweser PGA TUBAN Gan

Ahm Ajza Ajz said...

Salam dari goweser PGA TUBAN Gan

omars said...

Salam gowes jg bro, trima kasih bro Ahm Ajza Ajz sudah mampir

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons