Thursday, June 14, 2012

SINDANG MANDI: JALUR ALTERNATIF MENUJU CADASARI

Assalamualaykum goweser semua. Jika sebelumnya kami ke Cadasari dengan melewati Jalan Raya Pandeglang yang berkarakteristik lapisan aspal atau melewati Ciomas untuk kemudian menembus Jalan Raya Ciomas-Cadasari, hari Sabtu tanggal 8 Juni 2012, kami melewati jalur alternatif, yaitu melewati Desa Sindang Mandi-Kec. Baros untuk kemudian muncul di Kp. Cemplang, Jalan Raya Ciomas-Cadasari.
Untuk mencapainya, jalur yang ditempuh adalah dari Jalan Raya Bongla, Desa Tembong, Pabuaran, Jalan Raya Palka, kemudian berbelok ke arah Kp. Paleuh melewati Jalan Simayeng-Sidadung. Semua orang sudah tahu karakteristik jalan dari Jalan Bongla dan Jalan Raya Palka, yaitu jalan berlapis aspal yang cenderung rusak. Jalan Simayeng-Sidadung, malah lebih hancur lagi hehehe…. penuh lubang karena kualitas jalan yang rendah dan air hujan yang ‘menyeberang’ jalan karena saluran drainase yang minim. Bahkan, di beberapa tempat tidak ada selokan sama sekali. Untungnya, sawah yang menghijau menghampar bertingkat-tingkat ala-Ubud dengan latar belakang Gunung Karang, seolah menghibur kami dan melupakan hancurnya jalan. Kami pun tak lupa sempatkan untuk mengabadikan keindahan ini. 
Om Yopie
Di sebuah warung di pertigaan Kp. Simayeng, Desa Sindang Mandi, saya dan Om Yopie menikmati suguhan teh tubruk manis dan gorengan yang cukup untuk menyegarkan kami kembali. Om Yusman dan Omars malah memilih warung lain. Sudah gowes berempat, rehatnya malah tidak bareng. Aneh. Anak-anak sekolah memandang aneh kami. Mungkin jarang ada orang yang gowes ke sana, ya. Atau penampilan kami yang aneh? Sementara, di seberang, di sebuah madrasah terdengar anak-anak berlatih lagu Hymne Guru dengan bersemangat. Mungkin mereka sedang berlatih untuk acara perpisahan sekolah nanti. 
Menuju Kp. Cemplang, jalan masih didominasi tanjakan dengan puncak tertinggi mencapai 394,2 m. Jadilah total pendakian kami mencapai 503 m. Dari sini menuju Cadasari, jalanan sudah berlapis aspal yang relatif bagus. Sangat sejuk karena di kiri-kanan jalan pohon-pohon menyediakan oksigen yang kita butuhkan. Apalagi, kontur jalan tinggal menurun saja. Bonus benar-benar. Dari Cadasari, kami menempuh Jalan Raya Serang-Pandeglang yang cenderung padat, penuh polusi, diikuti rasa fobia pada bus-bus besar yang meneror pemakai jalan lainnya. Saling ngebut, berebut penumpang, apalagi kalau bertemu dengan bus satu tujuan. Kondisi jalan sekarang sudah dilebarkan di kedua sisinya sekitar 80 cm-an dengan beton yang tidak mulus. Harus berhati-hati untuk dilewati sepeda. Yang 
menyenangkan, dari sini kami masih menikmati bonus turunan sangat panjang. 
Di Desa Sukajaya, Kec. Curug, sebelum mencapai Pal Lima, Om Yopie mengajak kami memotong jalan menghindari jalan raya besar tadi untuk kemudian tembus menuju Jalan Raya Petir di Desa Cilaku. Hebat Om Yopie, tahu saja trek keluar-masuk kampung. Sebetulnya bagi kami tidak masalah, kecuali bahwa perut ini sudah lapar………. ! Jadinya, gowes terasa lemas, hehehe…. . Jalan Raya Raya Petir atau Jalan Ki Ajurum kali itu sedang ditambal di sana-sini sehingga penuh debu tebal, menyiksa pemakainya yang tidak memakai masker penutup hidung, termasuk kami. Kami bertemu juga akhirnya dengan es kelapa muda, pisang goreng, dan tahu bulat dekat komplek Korem, Cipocok. Alhamdulillah menyegarkan. Sayang Om Yusman, harus pulang duluan. 
Ikut nampang ah....
Setelah semuanya segar, perjalanan pulang ke rumah masing-masing kami lanjutkan. Om Yopie ke Ciceri Bunderan, sedangkan saya dan Omars menuju titik pisah di Alun-alun. Statistik GPS menunjukkan data ini: 
Jarak tempuh: 50,4 km 
Waktu gowes efektif: 3 jam:28 menit 
Total waktu: 5 jam:33 menit:19 detik 
Kecepatan rata-rata: 9 km/jam 
Kecepatan maksimum: 49,1 km/jam 




Profil trek

Peta Perjalanan Gmaps

Peta Perjalanan google earth

2 comments:

dida fasa said...

Omars & Om Yus sorry gak ada gambarnya, habis pisah warung sih, hahahaha....

[mars] said...

ehmm...
pemandangannya endah, udarapun cukup segar.
dan satu lagi...daerah sindang mandi jarang pesepeda yg lewat, jd cukup jd perhatian warga lokal.

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons