Sunday, September 09, 2012

PAMARAYANDAM




Sudah lama kami tidak mengunjungi bendungan Pamarayan. Terakhir pada bulan Desember 2008. Silakan ikuti tautan ini untuk mengikuti laporan perjalanan saat itu. Saat itu, sepedaan masih semangat-semangatnya, baru mulai gowes. Bahkan, kami saat itu belum punya jersey. Demikianlah, kehidupan selalu berputar. Ada yang datang, ada yang pergi. Namun, di mana pun kita beraktifitas berolahraga, tentunya selalu memiliki tujuan yang sama, yaitu sehat jiwa dan raga.
Setiap mendengar kata Pamarayan, asosiasi saya selalu terhubung dengan ,,,,,, Belanda! Ya, negara ini memang jagoan dalam membuat dam. Sampai ibukotanya pun dinamai AmsterDAM! Makanya bendungan ini saya sebut Pamarayandam, hehehe..... Belanda memang pada awalnya membangun bendungan ini pada tahun 1905. Namun, karena faktor U, akhirnya bendungan lama tidak difungsikan lagi dan diganti dengan bendungan baru yang mulai beroperasi tahun 1997.
Hari Sabtu tanggal 8 September 2012, kami cuma bertiga, yaitu saya, Omars, dan Om Dono mencoba untuk napak tilas ke sana. Kata Om Dono, lebih pagi lebih asyik. Tapi, tetap saja berangkatnya pukul 7, hehehe..... Sepi banget ternyata gowes bertiga. Untungnya Omars bawa peluit. Jadi ramai deh sepanjang jalan dia tiup-tiup peluit. Sempat ditemani oleh Om Yopie sampai ke pertigaan Petir. Kami pun sempat diajak keluar-masuk kampung oleh Om Yopie ini melewati jalan-jalan makadam berdebu tebal sampai masuk aspal kembali di Curug. Namun, sayang dia harus pulang duluan karena suatu kepentingan.
Jalan Raya Curug sekarang sudah dilapisi aspal hotmix mulus. Kontras dengan Jalan Raya Petir menjelang pasar yang bolong-bolong seperti permukaan bulan. Entah mengapa belum juga dilapisi aspal, jalan ini. Padatnya jalan oleh kendaraan bermotor banyak membuat polusi udara. Rerumputan tampak coklat karena musim kemarau yang belum tahu kapan akan berakhir.
Belok memasuki Jalan Kampung Dahu, udara tiba-tiba terbebas dari polusi. Segar. Alhamdulillaah . Apalagi, di sepanjang jalan banyak masjid besar dan megah. Sangat kontras dengan rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Luar biasa! Mudah-mudahan saja, masjid-masjid ini ramai ketika waktu solat tiba.
PamrayanDam
Selanjutnya, kami menyusuri kanal menuju bendungan, tampak debit air sepanjang kanal menyusut tajam karena kemarau panjang kali ini. Bahkan, ketinggian air di sekitar bendungan hanya mencapai 7,5 m. Tapi, pemandangan kesepuluh pintu air bendungan dari kejauhan masih tampak luar biasa untuk dijadikan latar belakang berfoto-ria.
Pamarayandam
Numpang beken sejenak
Sehabis kenyang berfoto-foto dan mengisi perut, kami putuskan untuk kembali ke Serang melalui Cikeusal. Yang mengejutkan, jalan di sepanjang kanal ternyata hancur lebur seperti bekas terkena bom. Sepeda dan sepeda motor harus memilih jalan untuk menghindarinya. Mobil? Pasti sopirnya sudah menangis memikirkan kaki-kaki mobilnya bekerja keras memberikan kenyamanan pada penumpangnya. Menyedihkan memang melihat dan merasakan kondisi infrastruktur jalan-jalan di daerah ini. Semakin ke pedalaman, semakin hancur-hancuran.
Dari Cikeusal, kami mengambil jalur ke Kp. Sentul dan muncul di Jalan Raya Petir-Ciruas, alih-alih ke Pasar Petir. Masih keluar-masuk kampung melewati jalan makadam. Tetap saja, munculnya di Jalan Raya Curug. Panas semakin mendera. Untunglah, menjelang Komplek Korem, Cipocok, ada saung ibu penjual es kelapa muda. Sangat menyegarkan.
Selepas itu, kami segera meluncur menuju rumah masing-masing dan tiba dengan selamat. Alhamdulillaah.

Selanjutnya adalah gambar dan statistik laporan GPS sebagai berikut:
Trip odometer 70,5 km
Max Speed 46,7 km/jam
Moving time 04 jam:49 menit
Moving average 14,6 km/jam
Profil jarak dan ketinggian

Peta Perjalanan


6 comments:

omars said...

cukup minimalis, tapi tak menyurutkan smangat.
cuaca yg puanas cukup menguras tenaga dan persediaan air.

dida fasa said...

Apalagi, kondisi jalan dari dam ke Cikeusal seperti pernah terkena bom,,, hancur lebur penuh debu. Hadeuh....

astroz3 said...

Pengalaman yang luar biasa... membuat ingin terus gowes bersama, apalagi dengan jaket sauna... wah berat badan langsung terkoreksi negatif...

didi apriatna said...

Kapan gowes lg ke pamarayan?

didi apriatna said...

Kapan gowes lg ke pamarayan?

omars said...

@didi a, silahkan merapat ke titik kumpul dan bisa diagendakan

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons