Tuesday, June 11, 2013

GOWES REUNI GUNUNG SARI

Tikum Favorit
Sudah lama sekali SXC2 tidak gowes bareng sejumlah 10 orang ke atas karena masing-masing kesibukan para goweser. Terakhir adalah saat gowes byuurr ke Cidahu bulan Februari 2013 yang banyaknya 13 orang. Selainnya, gowes rutin yang kami lakukan hanya diikuti 4 atau 5 goweser saja. Itu pun hanya berniat luhlang atau ‘ritual’ saja.
Bermula dari pertemuan beberapa anggota yang mudah-mudahan masih saling kenal saat fun bike tanggal 2 Juni 2013 di Alun-alun Serang, dibulatkanlah tekad untuk kembali gowes bareng. Maka, hari Kamis tanggal 6 Juni yang juga hari libur nasional, kami gowes reuni ke Gunung Sari, melewati track blusukan di Taktakan dan menanjak ke Cilowong, sekalian memenuhi undangan Om Tsauban untuk mampir ke "kandang"-nya di Gunung Sari. Mungkin ini syukuran juga atas kepindahan lokasi kerjanya yang balik ke homebase di Serang beberapa bulan sebelumnya. Selamat ya, Om. Dengan iming-iming undangan makan siang, alhamdulillah ada 15 orang goweser bergabung di pagi menjelang siang itu di tikum favorit, KPP Serang.
Disebut menjelang siang karena beberapa menit kami masih harus menunggu tri mas getir, Om Didit, Om Opik, dan Om Supri yang gak bisa dikontak telepon, BB, whatsapp, Gtalk, dll.. Kami khawatir kalau-kalau mereka nyasar atau ada kejadian yang tidak diharapkan. Padahal, mereka sedang enak-enaknya menikmati sarapan, ckckckck..... Selain tri mas getir, ada juga Om Agung yang biasa nanjak ke 45 atau Cilowong sorangan. Kata Om Didit, nanjak ke 45 bukan sekedar gowes luhlang-tapi dapat banyak keringat, tapi sudah termasuk ritual. Hadeuh..... . Sayang Omars, kembaran sepedanya Om Dono, tidak bisa ikut gowes karena harus memperbaiki jet pump-nya yang bermasalah. Jadi ingat, dulu ada tuh film tentang tukang pompa yang juga jagoan pemberantas kejahatan. Kalau gak salah judulnya Super Marsudi Bros, hehehe. Om Dono sendiri baru bergabung di Taktakan karena ketinggalan rombongan yang melewati etape blusukan di sekitar Taktakan. Jadilah sepedanya bersih sendiri. 
Ada pula Om Tsauban yang juga tuan rumah, Omiyan yang jarang gabung karena sibuk jualan? Om Agus yang hampir pensiun gowes saking lamanya ‘izin’ hehehe, Om Dodo Chupeet yang sepedanya masih tampak mengkilap padahal udah lama dirakit. Mungkin karena jarang dipakai. Kasih ke saya saja kalau sudah gak butuh, Om, hehehe..... Ada juga Kang Ola alias si bolang yang kayaknya gak pernah capek, ada pula Om Yopie yang sepertinya sudah jarang main facebook lagi, belum mau gabung BBM grup ataupun whatsapp. Ayo dong, Om, susah kabar-kabarinya nih, hehehe... Ada juga Vito, Eriz,dan Ridwan, serta Romy yang baru lulus SMU. Selamat ya, Rom! Nanti Bike To School-nya diganti Bike To Campus dong. 
Dress code sebenarnya jersey hijau yang legendaris itu, kecuali yang belum punya tentunya. Omiyan malah memakai jersey batik merahnya. Sekalian promosi barangkali pikirnya, hehehe. Warna kebanyakan jersey menunjukkan bahwa pemakainya sudah makan asam garam pergowesan, sebagian lagi tampak masih jelas karena kurang suka makan asam dan garam, hehehe.... Sudah saatnya nih kita buat jersey baru. Jersey baru biasanya menelurkan semangat gowes baru. Silakan buktikan! 
Alas Taktakan
Perjalanan dimulai melewati Kp. Kamalaka dan melahap single track sejauh sekitar 2,2 km yang sudah tertutupi ilalang. Keluar-masuk kebun orang, melewati track kerbau yang becek dan tidak mungkin digowes. Bahkan, di beberapa titik, kerbaunya tampak sedang santai, sambil mikir kali, “Ini orang-orang mau kemana sih, ngelewatin jalan gue”? Hehehe. Kaki lecet-lecet jamak, sepeda ditarik dan dipegangin pohon-pohon sudah biasa. Ketika melewati jalanan licin dan becek yang di sebelahnya ada kawat berduri ala kandang buaya atau komodo di bonbin Ragunan, Om Yopie dengan sigap mengingatkan goweser di belakangnya, “Awas kawat berduri”! Tiba-tiba, gledak,,, gedebuk..... Untunglah tidak apa-apa hanya sedikit baret-baret dan sobek-sobek. Titi DJ atuh, Om! 
Gak ada jalan, Om.....
Yang membuat lama kami melewati jalur ini adalah para goweser banyak foto-foto. Maklum, sudah lama gak gowes bareng. Om Dono sampai kakinya berakar menunggu di pertigaan Umbul Tengah. Sabar ya, Om, kami sedang foto-foto nih, hehehe.
Muncul di Taktakan, Om Dono bergabung. Perjalanan selanjutnya ke Gunung Sari melalui Jalan Raya Takari yang sepenuhnya berlapis aspal. Untungnya tanjakan Cilowong sedang ramah di hidung alias gak terlalu bau. Om Dodo walau jarang gowes ternyata masih kuat nanjak.
Macet, gak perlu standar
Sampai saya berkomentar, “Hebat, lu, Do”! Nah, gara-gara teriakan itu dia kuat-kuatin nanjak sampai puncak sambil megap-megap. Malu katanya kalau sampai TTB, hehehe. 

Rehat sebentar di warung Pereng untuk melahap lontong, gorengan, teh manis, dan menambah persediaan air minum yang mulai menipis. Terbersit sedikit keinginan untuk masuk Rumah Hutan Cidampit. Rindu aku, sudah lama tak ke sana. 
Mau kemana sih, Om?
Sebelum Gunung Sari, kami berbelok sebentar ke arah Kp. Nagrek. Tidak jauh sebenarnya, cuma memutar sekitar 4 km saja dibandingkan melewati pertigaan Gunung Sari sejauh 1,5 km. Ya, lumayanlah tambah keringat. 
"Kandang" Om Tsauban
Akhirnya, sekitar pukul 11, masih pagi, tiba juga kami di tujuan dan dijamu maksi oleh Om Tsauban. Luar biasa dan terima kasih, Om! Jangan kapok dan ditunggu undangan selanjutnya, ya, hehehe. 
Kang Ola yang kena giliran masuk kerja siang terpaksa harus berangkat ngebut duluan. Sampai-sampai, katanya, sakit ngebutnya, sepeda yang dia tunggangi hampir keluar jalur dan menabrak tebing di turunan Cilowong sampai bannya ngepot. Aduh, hati-hati atuh, Kang! Om Pri dan Vito, katanya mau menikmati single track lain yang masuknya dari arah Paninjoan menuju Kawasan Agroindustri Cokop Sulanjana, untuk kemudian keluar ke jalan raya di Taktakan. Entah bagaimana  akhir ceritanya, pro memoria
Pengen lagi.....
Rombongan lain, setelah foto-foto reuni dan tentunya kenyang makan dan menambah kalori yang jumlahnya melebihi yang dibakar selama gowes, bersiap menikmati turunan bonus Cilowong dan menuju rumah masing-masing. Saya sendiri sampai ke rumah menjelang pukul 13.00. Alhamdulillah semua berjalan dengan selamat dan lancar. 
Ternyata gampang mengumpulkan anggota SXC2, tinggal diundang makan saja, hehehe. Tak sabar menunggu undangan selanjutnya. Dengar-dengar sih di kebunnya Om Dodo???? Hehehe. 
Oh ya, ini hasil catatan Endomondo dan GPS saya. Pastinya akan berbeda dengan hasil goweser lain, tapi lumayanlah untuk perbandingan saja.
Google Earth Perjalanan kita
Penampilan asli dari GPS

Hasil Rekaman Endomondo 

13 comments:

Agus Setiyawan said...

Indahnya Kebersamaan...

Chelski@CoKlat said...

Ngadain Baksos lagi yukk.....

Adek Agus said...

Kapan ya ngadain rapat lagi....

omars said...

Ditunggu event brikutnya

dida fasa said...

Asyik,,,, Omars!

Terima kasih buat tiga bersaudara: Om agus Setiyawan, Chelski@CoKlat, dan Adek Agus hehehe....

Adek Agus said...

sebelum puasa...sekalian bahas acara Ramadhan

Agus Setiyawan said...

Saudara Kembar om...

Wahyu Tirta said...

asik gan gowesnya,, semangat :D
salam gowes

Gochain said...

om aku mau gabung boleh

omars said...

om Wahyu Tirta : terima kasih, slam gowes dan smangat slalu
________________
Om Gochain : silahkan jika mau gabung om, dengan senang hati

Firzal Muharam said...

om, pngen gabung komunitas nya gmana??
saya cilegon nih, SXC2 trek nya bagus2

Firzal Muharam said...

suka kmpulnya dmana??

081294448179 said...

Vimax

Vimax Asli

Jual Vimax

Vimax Canada

Obat Vimax

Vimax Indonesia

Agen Vimax

Vimax Pills

Vimax Herbal

Pembesar Penis

Obat Pembesar Penis

Pembesar Alat Penis

Vimax Asli Izon

obat klg

obat klg asli

agen obat klg

obat pembesar penis

pembesar penis

obat pembesar penis

pembesar penis

obat pembesar alat penis

vimax

vimax izon

vimax asli

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons