Wednesday, January 14, 2015

AYO NANJAK KE KP. KADUENGANG!!!

Bismillah. 
Rasanya lama sekali gak nulis. Tapi dengan prinsip biar lambat asal selamat, akhirnya jadi juga nih laporan perjalanan ke Kp. Kaduengang di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. 
Kampung Kaduengang adalah kampung terakhir di salah satu jalur pendakian untuk sampai ke puncak Gunung Karang. Sebetulnya ada jalur lain selain jalur barat ini, yaitu melalui Kp. Pager Batu (jalur selatan) dan Curug Nangka, Ciomas, namun keduanya jarang dilewati karena membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk mencapai puncak. 
Kp. Kaduengang terletak pada ketinggian sekitar 824 m dpl, kata GPS kami, sedangkan Gunung Karang sendiri memiliki ketinggian 1.778 m dpl, kata Wikipedia. Jadi, lokasinya hampir di tengah-tengah Gunung Karang. Untuk sampai ke sini, kita bisa menggunakan kendaraan bermotor karena walaupun menanjak, kondisi jalan cenderung bagus. Apalagi kalau gowes pakai sepeda, gak kuat nanjak tinggal tuntun. 
Ayo kita ngangkot,,,, hemat tenaga hehehe....
Tanggal 25 Desember 2014, kami berniat gowes nanjak ke Kp. Kaduengang. Biasanya yang punya ide nanjak kayak gini Abah Yopieastroz nih. Dia mah default-nya emang nanjak, hehehe. Untuk menghemat tenaga, ayolah kita ngangkot ke Pandeglang-nya, hehehe. Kami ber-9, saya, Abah Yopieastroz, Pak RT Ola, Om Cep dan juniornya Aldi, bersama Pak
Melepas rindu,,, wkwkwk....
Guru Edi, Darman Slank, Erall, dan Pak Tarya sepertinya yang bisa gabung hari itu. Sudah terbayang jalanan yang akan kami lalui. Sebelumnya kami memang pernah menikmati bonus turunan sepanjang sekitar 10 km dari Desa Pasir Peuteuy, desa sebelum Kp. Kaduengang, menuju ke Alun-Alun Pandeglang saat bulan April 2012. Ceritanya bisa dilihat di sini. Saat itu jalanan menurun mulus dan sepi, jadi terbayang deh nikmatnya. Apalagi ditambah suguhan ikan bakar di rumah Pak Arief di Cihideung. Nah, hari ini malah mau dibalik, coba, hahaha. Tapi tak apalah, buat menambah pengalaman, kami jalani saja dengan bismillah. 

Di bawah Badak,,, sorry Om Darman Slank gak diajak
Start gowes dilakukan di bawah patung badak di Alun-Alun Pandeglang sekitar pukul 08:15. Udara cerah alhamdulillah. Sambil membeli perbekalan buat di jalan, kami berpose sejenak di menara air pam buatan Belanda, di sebelah masjid agung Pandeglang. Ukuran menara air itu terbilang kecil sebetulnya bila dibandingkan dengna bangunan sejenis di area Taman Makam Pahlawan Rangkasbitung, dekat rumah orang tua saya, yang sering dijadikan latihan rapling anak-anak pecinta alam, sekalian melihat panorama kota Rangkasbitung dari sudut pandang mata burung. Sudut pandang mata burung itu bird’s eye view, bukan sih kalau di bahasa-inggriskan? 
Pak RT Ola dan Darman Slank kali ini siap menjadi marshall dan sweeper, artinya satu akan menjadi pembuka jalan, dan satu lagi tim penyapu dengan masing-masing memegang HT. Awalnya sih skenario ini berhasil, tapi lama-lama mereka malah gowes bareng berdua, sambil tentunya foto-foto mengumbar kemesraan, hahaha. Jadinya HT gak kepakai buat komunikasi jarak jauh, tinggal nengok aja ke sebelah. 
Melewati Kp. Cihaseum kami langsung disambut tanjakan. Tidak terlalu curam sebenarnya, hanya perasaan koq gak habis-habis tanjakannya, hahaha. Kondisi jalan menanjak dan perumahan di kiri-kanan jalan hampir mirip ke arah Cihideung, Lembang. Harus mengamalkan ilmu padi nih, semakin nanjak semakin merunduk. Ternyata banyak rumah-rumah bergaya villa atau resor ke arah atas. Bagus nih buat tempat peristirahatan. 
Sejuk banget, Bah....
Di kantor Kades Pasir Peuteuy, saya rehat sejenak sambil menunggu rombongan di belakang. Namun, pas Pak RT Ola dan Darman Slank lewat bukannya ikut rehat, malah numpang lewat doang karena dikiranya saya rehat di posyandu. Terpaksalah saya siap-siap lagi gowes, sambil nguat-nguatin dengkul, hahaha. Selepas itu, ternyata jalan ke arah Kp. Kaduengang digunakan oleh anak-anak ABG pacaran memakai sepeda motor. Mungkin karena jalan dan pemadangannya bagus, jadi sedikit romantis. Mungkin lho ya..... Tanya aja ke Darman Slank mungkin-enggaknya, hehehe. Karuan saja Pak RT Ola, Abah Yopieastroz, dan Darman Slank nangkepin para ABG itu. Bukannya untuk diinterogasi, tapi malah ikutan foto bareng. Jelas saja ABG cowoknya ketakutan didatangi bapak-bapak ganjen, sampai gak ngaku kalau itu pacarnya. Ngakunya sih adiknya, coba, hahaha. 
Hasil tangkapan operasi ABG
Di warung terakhir, sebelum Kp. Kaduengang, seluruh rombongan lengkap baru ketemu lagi setelah tercecer di sepanjang jalan. Kami beristirahat lagi sambil mengganjal perut untuk menambah tenaga. Kata Darman Slank sih, Kp. Kaduengang sudah dekat, sambil menggambar peta jalur di tanah melingkar-lingkar kayak ulat bulu. Semoga saja. Gambar petanya kurang meyakinkan, soalnya, hehehe. 
Darman Slank ngegaya....
Sampai di sebuah pertigaan, jalan terbagi dua ke arah atas dan bawah. Di bawah petunjuk Darman Slank, Pak Edi dan Abah Yopieastroz langsung meluncur ke bawah ke arah Kp. Kaduela dan langsung ngagorolong alias merosot menuju Jalan Raya Ciomas-Cadasari. Hadeuh,,, salah belok euy! Sisanya, termasuk saya, karena lebih di belakang, berbelok ke atas ke arah negeri di awan, Kp. Kaduengang!!! Ini bawa HT kagak dipake, hahaha.... 
Benar-benar curam tanjakan menuju Kp. Kaduengang, sampai-sampai tidak ada satu pun dari kami yang lulus gowes ke atas. Dari sini, pandangan lepas kita bisa menjangkau Serang-Cilegon namun sayang karena cuaca sedikit mendung, pemandangan sedikit tertutup kabut. Tapi ada yang kontras di kejauhan. Di tengah-tengah hijaunya pemandangan, terdapat warna tanah coklat kemerahan. Itulah tanah hasil galian pasir di Serang. Kontrasmu bisu! 
Nanjak ke negeri di awan, Kp. Kaduengang

Kaduengang!!!

Tiga orang rombongan pertama karena sudah terlanjur ngagorolong, sudah gak mungkin balik lagi untuk nanjak ke Kp. Kaduengang, akhirnya tidur-tiduran di Kp. Simpang Mandeg di Jalan Raya Ciomas-Cadasari, sambil menunggu rombongan di atas datang. Kami, yang di Kp. Kadauengang, istirahat dan sholat dzuhur, kemudian naik lagi sedikit ke arah sebuah makam yang banyak didatangi peziarah, entah makam siapa. Yang jelas, ke sanalah sepeda kami terakhir bisa sampai. 
Akhirnya, sekitar pukul 13, kami mulai turun ke arah Kp. Simpang Mandeg. Secara matematis seharusnya ini merupakan bonus turunan karena lumayan lebih curam dengan jarak sekitar 4 km, kami turun sejauh 472 m. Bandingkan dengan tanjakannya tadi yang panjangnya 11 km setinggi 585 m. Namun, karena kondisi jalan sebagian besar adalah bebatuan, selain harus mengerem, tangan kita sudah pasti tergoncang-goncang dan pegal karena fork yang sudah bekerja ekstrakeras belum bisa meredam kejutan yang ditimbulkan batu-batu itu. 
Gaya andalan si MP kesangkut kabel tuh...
Yuk ngagorolong.....
Tidak sampai setengah jam, kami bertemu kembali dengan Darman Slank, Abah Yopieastroz, dan Pak Edi di bawah. Tah Pak Edi,,, Darman Slank-nya dicarekan! hehehe. 
Jalur selebihnya menuju Serang sudah biasa kami lalui, yaitu melalui Kp. Cemplang, kemudian muncul di Kp. Paleuh di Jalan Raya Palka, untuk kemudian masuk ke Jalan Bongla dan keluar di Tembong di Jalan Raya Serang-Pandeglang. Selanjutnya terserah anda. Pak RT Ola dan Darman Slank mah masih belum bisa berpisah alias masih melepas kerinduan, jadi dilanjut dengan makan bakso bareng, hahaha. Terima kasih, Abah dan Om-Om semua, wassalam!! 
Nih petanya di Google maps:

Profil jalur menuju Kp. Kaduengang, dari Mang Garmin

Full track Patung Badak to Kp. Kaduengang

Full track Pandeglang-Serang via Kp. Kaduengang

8 comments:

Nasirullah Sitam said...

Jadi pengen ikutan nanjak pakai si Monarch-ku :-)
Rutenya asyik heee
*salam gowes

dida fasa said...

Cobain atuh, Om. yang penting selain fisik, mental juga harus kuat. Sering berharap tanjakan habis setelah belokan, ternyata masih nanjak juga. Di sini mental menentukan. Kalau lemah, udah pasti dorong tuh, hahaha....

Iyunk Soegema said...

Om bagai mana caranya gabung di sxc2,
Trimakasih

fathul amal said...

Pngenn gabung....
Saia newbie pake MTB,

fathul amal said...

Pngenn gabung....
Saia newbie pake MTB,

Unknown said...

Bang...kapan lagi bisa gowes?
Pengen mau ikut ni...
Saya muhammad firdaus pake di Sttpln barat cengkareng jakarta barat
Nomor hp.085359062598
Kalo mw gowes ajakin saya bg..makasih

Unknown said...

Bang...kapan lagi bisa gowes?
Pengen mau ikut ni...
Saya muhammad firdaus pake di Sttpln barat cengkareng jakarta barat
Nomor hp.085359062598
Kalo mw gowes ajakin saya bg..makasih

081294448179 said...

Vimax

Vimax Asli

Jual Vimax

Vimax Canada

Obat Vimax

Vimax Indonesia

Agen Vimax

Vimax Pills

Vimax Herbal

Pembesar Penis

Obat Pembesar Penis

Pembesar Alat Penis

Vimax Asli Izon

obat klg

obat klg asli

agen obat klg

obat pembesar penis

pembesar penis

obat pembesar penis

pembesar penis

obat pembesar alat penis

vimax

vimax izon

vimax asli

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons